[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Rektor IAKN Ambon Dukung Penuh Penguatan Solidaritas dan Demokrasi Lewat Diskusi Budaya
Umum 23 September 2025 88 dilihat

Rektor IAKN Ambon Dukung Penuh Penguatan Solidaritas dan Demokrasi Lewat Diskusi Budaya

Rektor IAKN Ambon Dukung Penuh Penguatan Solidaritas dan Demokrasi Lewat Diskusi Budaya
Rektor IAKN Ambon Dukung Penuh Penguatan Solidaritas dan Demokrasi Lewat Diskusi Budaya

AMBON - Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA, menghadiri Diskusi Terumpun Seri 6 Komisi Kebudayaan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Auditorium UIN Ambon pada Selasa, 23 September 2025. Kehadiran Prof. Yance menjadi simbol dukungan nyata IAKN Ambon terhadap upaya penguatan solidaritas sosial dan demokrasi yang digagas melalui ekspresi dan laku budaya.



Acara yang bertemakan “Mendayagunakan Ekspresi dan Laku Budaya untuk Solidaritas Sosial dan Demokrasi†ini menunjukkan komitmen institusi pendidikan tinggi dibawah Kementerian Agama Republik Indonesia untuk terlibat aktif dalam merawat nilai-nilai kebudayaan. Menurut Prof. Yance, kebudayaan adalah pondasi penting bagi pembangunan masyarakat yang inklusif dan beradab. Dengan partisipasi dari berbagai pihak, diharapkan kebudayaan dapat menjadi alat untuk memperkuat ikatan sosial dan mendukung proses demokrasi yang sehat.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber kredibel, termasuk Ketua Komisi Kebudayaan AIPI, Prof. Dr. M. Amin Abdullah. Selain itu, hadir pula para akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu ini.

Prof. Amin Abdullah dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi antara berbagai institusi, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat sipil, untuk memanfaatkan kebudayaan sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan. "Budaya tidak hanya tentang seni dan tradisi, tetapi juga tentang cara kita hidup berdampingan, memahami, dan menghargai satu sama lain. Ini esensi dari solidaritas sosial," ujarnya.

Partisipasi Rektor IAKN Ambon dalam acara ini diharapkan dapat memperkaya perspektif serta mendorong kolaborasi lintas institusi dalam memajukan kebudayaan sebagai pondasi utama demokrasi di Indonesia, khususnya di Maluku yang kaya akan keberagaman.