[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Penguatan Moderasi Beragama bagi generasi muda di Desa Ohoidertawun, Maluku Tenggara
Pengabdian Kepada Masyarakat 29 September 2024 80 dilihat

Penguatan Moderasi Beragama bagi generasi muda di Desa Ohoidertawun, Maluku Tenggara

Penguatan Moderasi Beragama bagi generasi muda di Desa Ohoidertawun, Maluku Tenggara
Penguatan Moderasi Beragama bagi generasi muda di Desa Ohoidertawun, Maluku Tenggara

Ohoidertawun, 29 September 2024-  Konsistensi dalam mendukung Program Kementerian Agama RI kembali ditunjukkan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui Rumah Moderasi Beragama. Kali ini, Pengurus Rumah Moderasi IAKN Ambon yang dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, M.A., bekerja sama dengan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI yang diwakili oleh Dr. Paulus Tasik Galle, S.S., LIC., melaksanakan penguatan moderasi beragama di Desa Ohoidertawun, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Kegiatan ini melibatkan para pemuda-pemudi, pemerintah desa, serta pemuka agama Ohoidertawun. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga kerukunan dan toleransi di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yance Rumahuru menekankan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan harmonis. "Moderasi beragama menjadi kunci utama dalam menghindari konflik dan menjaga kebersamaan di tengah keragaman. Oleh karena itu, penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk mengamalkan nilai-nilai moderasi ini dalam kehidupan sehari-hari," ujar Prof. Rumahuru.

Sementara itu, Dr. Paulus Tasik Galle menambahkan bahwa peran pemuka agama dan tokoh masyarakat sangat vital dalam mensosialisasikan nilai-nilai moderasi beragama. "Kerukunan umat beragama di Indonesia dapat terwujud jika semua pihak, termasuk pemuka agama, pemerintah, dan masyarakat, bersinergi dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi ini," tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan di antara umat beragama di Desa Ohoidertawun dan sekitarnya, serta menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memajukan moderasi beragama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.