Ambon, 20 Mei 2026 — IAKN Ambon kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Melalui kegiatan Pendampingan Konseling Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Ambon pada Selasa, 20 Mei 2026, kampus di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia itu menunjukkan implementasi nyata program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan yang memasuki hari kedua tersebut difokuskan pada penguatan mental dan spiritual anak binaan melalui pendekatan psikososial dan pendampingan spiritual. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial anak-anak yang sedang menjalani pembinaan.
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Ambon, Manuel Yenusi, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan aktif civitas akademika IAKN Ambon yang dinilai mampu menghadirkan sentuhan kemanusiaan dalam proses pembinaan anak.

Menurutnya, kehadiran dunia akademik menjadi energi baru dalam membantu anak binaan membangun kembali kepercayaan diri dan kesiapan mental untuk kembali ke masyarakat.
“Intervensi seperti ini yang kami butuhkan. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembinaan fisik dan keterampilan, tetapi juga resiliensi mental agar mereka siap kembali ke masyarakat,” ujar Manuel.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Keagamaan, Johan R. Marlisa, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah persoalan sosial masyarakat, termasuk dalam ruang pembinaan anak.
Melalui kolaborasi lintas disiplin, IAKN Ambon menghadirkan materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan menyentuh kebutuhan psikologis peserta.
Pada sesi psikososial, psikolog Prisilia Pattiata membawakan materi tentang konseling kelompok sebagai sarana membangun resiliensi anak binaan. Sementara pada sesi spiritualitas, F. Puttileihalat bersama Farhan Wailussy memberikan pendampingan spiritual yang menekankan pemulihan nilai diri dan harapan hidup.
Pendekatan holistik yang memadukan psikologi dan spiritualitas tersebut dinilai sejalan dengan arah transformasi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IAKN Ambon tidak hanya menjalankan fungsi tridarma perguruan tinggi, tetapi juga memperlihatkan peran strategis kampus keagamaan sebagai mitra sosial yang aktif membangun ketahanan mental, nilai kemanusiaan, dan harapan baru bagi generasi muda.
Penulis : Thobias Rahalus