[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Data Bukan Sekadar Angka : Mahasiswa IAKN Ambon Visualisasikan Harmoni Melalui Kecerdasan Buatan
Workshop/Seminar 11 November 2025 85 dilihat

Data Bukan Sekadar Angka : Mahasiswa IAKN Ambon Visualisasikan Harmoni Melalui Kecerdasan Buatan

Data Bukan Sekadar Angka : Mahasiswa IAKN Ambon Visualisasikan Harmoni Melalui Kecerdasan Buatan

Ambon, 11 November 2025 – “Data bukan sekadar angka, tetapi cerita yang bisa divisualisasikan dengan bantuan kecerdasan buatan.†Kalimat itu meluncur hangat dari Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si.,

saat membuka kegiatan Information System Expo (IS-EXPO) 2025 di Auditorium IAKN Ambon.


Expo yang mengusung tema “Harmony in Data: Visualizing Diversity through Artificial Intelligence†ini menjadi puncak karya mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, hasil integrasi pembelajaran mata kuliah Analitik dan Visualisasi Data dengan penelitian terapan.

Kegiatan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPS SI) ini menampilkan delapan karya visualisasi data yang memadukan teknologi, seni, dan kecerdasan buatan. Dari pariwisata hingga musik dan pertanian, setiap karya menjadi cermin

bagaimana mahasiswa memaknai data bukan hanya sebagai tumpukan angka, melainkan representasi keragaman dan harmoni kehidupan.


Ketua panitia, Rian Lekatompessy, menyampaikan bahwa 15-EXPO 2025 merupakan wujud komitmen mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik sekaligus menjembatani teori dan praktik.


Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bagaimana pembelajaran di kelas dapat diaplikasikan dalam penelitian nyata. Di era digital, kemampuan analisis data harus kreatif sekaligus kritis,†ujar Rian dalam laporannya.

Dalam sambutannya, Dr. Elka Anakotta menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kerja keras mahasiswa semester lima kelas A dan B yang telah menyiapkan karya mereka selama tiga bulan penuh.




Kerja keras teman-teman mahasiswa menjadi contoh yang baik bagi adik-adik tingkat, bahkan kakak tingkat. Melalui karya seperti ini, kita belajar bahwa data adalah cerita yang hidup, bukan sekadar angka,†tutur Dr. Elka dengan penuh bangga.


Expo juga dihadiri oleh Wakil Rektor II, Dr. Johanna Silvana Talupun, S.Si., M.Th., Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi Dr Alce A. Sapulette, S.Th,. M.Si , serta Kasubag FST, Elias Andrias Soplantila, S.Pd.K. Suasana akademik kian semarak dengan kehadiran para dosen,

mahasiswa lintas angkatan, serta perwakilan guru dan siswa SMA/SMK di Kota Ambon.


Talkshow : Melihat Indonesia dari Timur, Selain pameran karya, kegiatan ini menghadirkan Talkshow Inspiratif bertajuk “Mata dari Timur Melihat Indonesia sebagai Negara Kepulauan dalam Warna dan Data.â€

Narasumbernya, Ibu Wilma Latuny, ST., M.Si., M.Phil., Ph.D, dosen pengampu mata kuliah Analitik dan Visualisasi Data sekaligus pembimbing kegiatan, mengajak peserta untuk memahami data sebagai bahasa universal yang menyatukan keragaman.


Visualisasi data bukan hanya soal teknis, tapi soal empati—bagaimana kita melihat manusia di balik setiap angka,†ujar Wilma dalam sesi talkshow.


Kegiatan Information System Expo 2025 ini resmi dibuka dengan penuh sukacita sebagai bentuk nyata kolaborasi antara kreativitas mahasiswa dan perkembangan teknologi.


Menutup sambutannya, Dr. Elka Anakotta berharap semangat berkarya dan berinovasi terus hidup di lingkungan kampus.


Semoga IAKN Ambon terus menjadi pelopor dalam menghadirkan harmoni data melalui kecerdasan buatan. Karena di balik setiap data, selalu ada cerita, warna, dan kehidupan,†pungkasnya.