[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / IAKN Ambon Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda
Umum 20 May 2026 57 dilihat

IAKN Ambon Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda

IAKN Ambon Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda

Ambon, 20 Mei 2-26 — Institut Agama Kristen Negeri Ambon menggelar Upacara Penghormatan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Upacara berlangsung di Lapangan Rektorat IAKN Ambon dan dihadiri oleh rektor, pimpinan, dosen, serta pegawai di lingkungan IAKN Ambon.

pDW1mmEE48zxGLwa5BFoQ5HUa9fpp2BgHFfxiQXp.jpg

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menitikberatkan pada pentingnya perlindungan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Dalam upacara tersebut, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAKN Ambon, Rowles Hasugian, S.Si., M.Si., membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026.

GqJyeRGIxMeyC5tm8IWYsRtPGmL68OkXunjPCDgM.jpg

Pidato tersebut menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan historis, melainkan momentum refleksi atas semangat persatuan dan perjuangan intelektual bangsa yang dimulai sejak berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908.

“Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” demikian kutipan pidato Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan dalam upacara tersebut.

Pidato itu juga menyoroti perubahan tantangan bangsa pada era modern. Jika dahulu perjuangan berfokus pada kedaulatan teritorial, kini tantangan berkembang menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Pemerintah, menurut pidato tersebut, tengah menjalankan sejumlah program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan mutu guru, hingga penyediaan beasiswa disebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi generasi masa depan.

Selain sektor pendidikan, pemerintah juga menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa.

Dalam pidato itu pula, pemerintah menegaskan komitmennya terhadap perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah negara untuk memastikan ruang digital yang aman, sehat, dan sesuai dengan perkembangan usia anak.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di IAKN Ambon juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Melalui semangat kebangkitan nasional, kampus berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan zaman.

Penulis : Thobias Rahalus