[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Karnaval Ogoh-Ogoh Nyepi 1948 Saka di Ambon Gaungkan Toleransi “Katong Samua Basudara
Umum 18 March 2026 83 dilihat

Karnaval Ogoh-Ogoh Nyepi 1948 Saka di Ambon Gaungkan Toleransi “Katong Samua Basudara

Karnaval Ogoh-Ogoh Nyepi 1948 Saka di Ambon Gaungkan Toleransi “Katong Samua Basudara

Ambon, 18 Maret 2026 — Karnaval pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berlangsung meriah di Lapangan Merdeka, Ambon. Mengusung tema “Satu Bumi, Satu Keluarga – Katong Samua Basudara”, kegiatan ini menjadi simbol kuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Maluku.

HOzcFjatSQm2bG1jqVTgWk3ThDBGHKmti43u24Wl.jpg

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan tokoh agama. Hadir pula Rektor IAKN Ambon Yance Z. Rumahuru, Rektor UKIM Steve Gaspersz, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag, M.PdI.

Dalam keterangannya kepada Humas IAKN Ambon, Rektor Yance Z. Rumahuru menegaskan bahwa momentum perayaan Nyepi ini menjadi bagian penting dalam menunjukkan kepada Indonesia bahwa Maluku adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Keragaman bukanlah faktor yang membuat kita berbeda, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi,” ujar rektor.

qAD2XYLW1FwdqyiO2TlzzHgOTIDVsZJpRHkjvk7w.jpg

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman, namun mampu hidup berdampingan secara damai. Ia juga menyoroti momentum Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan perayaan Idulfitri tahun ini sebagai kesempatan memperkuat semangat persaudaraan.

“Semangat toleransi harus terus kita jaga sebagaimana falsafah orang Maluku ‘katong samua basudara’, laeng sayang laeng,” kata Lewerissa.

Ia menambahkan, perayaan ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang edukasi sosial untuk mempererat persaudaraan dan membangun masyarakat yang damai serta harmonis.

Karnaval ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam kegiatan ini menarik perhatian masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka. Beragam karya seni ogoh-ogoh yang sarat makna filosofi menjadi daya tarik utama sekaligus memperkuat pesan persatuan di tengah keberagaman.

Perayaan Nyepi tahun ini di Ambon kembali menegaskan bahwa nilai-nilai toleransi dan persaudaraan tetap hidup dan terjaga di tengah masyarakat Maluku yang majemuk.

Penulis : Thobias Rahalus