Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Media Pendidikan Agama Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali menyelenggarakan pelatihan pembuatan alat peraga pembelajaran dan media berbasis teknologi informasi (IT) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas mahasiswa calon pendidik dalam menguasai media pembelajaran yang inovatif.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan luring dan daring, menjadi bagian dari komitmen IAKN Ambon dalam mendorong mahasiswa pendidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran modern.
Ketua panitia pelaksana, Dr. Sieny L. Souisa, M.Th, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang dan menghasilkan media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan UKM ini, IAKN Ambon berupaya melibatkan mahasiswa pendidikan dalam pengembangan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi terkini. Mahasiswa perlu terus beradaptasi dengan pola belajar yang semakin modern. UKM menjadi ruang untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam merancang dan memproduksi media pembelajaran, baik berupa alat peraga maupun media berbasis teknologi,” ujar Sieny dalam laporannya.
Ia menambahkan, pelatihan menghadirkan fasilitator dari Komunitas Pohon Sagu, yakni Tirsa Kailola dan Paskah Soumokil, yang akan mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung. Panitia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan hingga selesai agar memperoleh manfaat yang maksimal.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAKN Ambon, Branckly E. Picaussa, D.Th., M.Th, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan media pembelajaran menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa program studi kependidikan.

Menurutnya, kemampuan mengembangkan media dan alat peraga pembelajaran akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa nantinya terjun ke tengah masyarakat maupun menjalankan tugas sebagai pendidik di sekolah.
“Pelatihan ini sangat penting, karena mahasiswa program studi pendidikan semestinya memiliki kompetensi dalam membuat maupun mengembangkan media pembelajaran. Kemampuan tersebut akan sangat dibutuhkan ketika mereka berada di tengah masyarakat maupun saat mengajar di sekolah,” kata Branckly.
Melalui pelatihan ini, IAKN Ambon berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga mampu menghasilkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berbasis teknologi, sehingga dapat menjawab tantangan pendidikan di era digital serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik.
Penulis : Thobias Rahalus