ambon 4 Juli 2026 – Rektor Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., memberikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK), yang berhasil menyelenggarakan Gebyar Wisata Vol. 4 selama empat hari berturut-turut di kawasan Gong Perdamaian, Kota Ambon.

Menurut Rektor, keberhasilan penyelenggaraan festival bertajuk "Threads of Peace: Merajut Harmoni, Menghidupkan Budaya, Menggerakkan Pariwisata" menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan akademik ke dalam praktik nyata melalui penyelenggaraan sebuah event berskala publik.
"Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi mampu menghadirkan sebuah kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat promosi pariwisata, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Ambon," ujarnya
Rektor juga mengatakan, Gebyar Wisata Vol. 4 merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam merancang, mengelola, hingga mengevaluasi sebuah kegiatan pariwisata.
Selama empat hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai agenda, mulai dari workshop, pameran seni rupa, mural, doodle art, musik dan tari tradisional, musikalisasi puisi, festival budaya, bazar UMKM, hingga World Cup Peace Run 5K dan konser musik yang melibatkan musisi nasional maupun talenta lokal Maluku.
Rektor menilai, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, komunitas kreatif, pelaku seni, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya di Maluku.
Gebyar Wisata Vol. 4 juga menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) yang diampu oleh Sekretaris Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, Elviaty H. Tauran, M.Arch. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami konsep penyelenggaraan sebuah event, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara profesional di lapangan.
Seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penyusunan konsep, penggalangan sponsor, promosi, koordinasi dengan berbagai mitra, pengelolaan teknis acara, hingga evaluasi pelaksanaan menjadi tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Bagi Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama FISK IAKN Ambon, penyelenggaraan festival ini sekaligus menjadi media untuk membangun kompetensi lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong memahami bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Rektor IAKN Ambon berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui Gebyar Wisata Vol. 4 menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja sekaligus melahirkan inovasi baru bagi pengembangan sektor pariwisata di Maluku.
"IAKN Ambon akan terus mendukung proses pembelajaran yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat budaya lokal, dan mendorong lahirnya pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Elka.
Melalui Gebyar Wisata Vol. 4, IAKN Ambon kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM berbasis budaya.
Penulis : Thobias Rahalus