[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Temu Tokoh Lintas Agama, Menteri Agama: Maluku Layak Jadi Ruang Belajar Perdamaian
Umum 16 January 2026 81 dilihat

Temu Tokoh Lintas Agama, Menteri Agama: Maluku Layak Jadi Ruang Belajar Perdamaian

Temu Tokoh Lintas Agama, Menteri Agama: Maluku Layak Jadi Ruang Belajar Perdamaian

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa Maluku layak menjadi ruang belajar tentang perdamaian bagi Indonesia dan dunia. Penegasan tersebut disampaikan dalam temu tokoh lintas agama dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama di Maluku yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Jumat, 16 Januari 2026.

Dalam forum bertema “EkoTeologi dan Kurikulum Cinta” itu, Menteri Agama menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Maluku yang dinilai berhasil menunjukkan teladan pemulihan sosial pascakonflik. Menurut Nasaruddin Umar, konflik sosial yang melanda Maluku pada 1999 semula diproyeksikan membutuhkan waktu puluhan bahkan hingga seratus tahun untuk pulih. Namun, kenyataannya masyarakat Maluku mampu bangkit dan membangun kembali kehidupan damai dalam waktu yang relatif singkat.

“Ini bukan capaian biasa. Maluku menunjukkan bahwa perdamaian bukan sekadar wacana, tetapi praktik hidup yang nyata. Karena itu, Maluku sangat layak menjadi tempat orang belajar tentang perdamaian,” ujar Menteri Agama di hadapan para peserta dialog.

Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban. Menteri Agama mengaku terharu melihat ketangguhan sosial masyarakat Maluku dalam menata ulang relasi sosial secara bermartabat dan berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan modal sosial dan budaya yang kuat, yang tidak hanya penting bagi Maluku, tetapi juga relevan sebagai pembelajaran nasional dan global.

Dalam pemaparannya, Prof. Nasaruddin Umar menjelaskan secara mendalam gagasan Kurikulum Cinta sebagai fondasi kehidupan beragama. Menurutnya, seluruh ajaran agama pada hakikatnya bertumpu pada cinta. Karena itu, tugas utama para pemuka agama dan lembaga keagamaan adalah menghadirkan titik temu antariman, bukan memperbesar perbedaan yang berpotensi memicu konflik sosial.

Selain itu, Menteri Agama juga mengulas konsep EkoTeologi dengan merujuk pada berbagai tradisi keagamaan, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, hingga Buddha. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan nilai universal yang diajarkan oleh seluruh agama sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap Sang Pencipta dan keberlangsungan kehidupan semesta.

Gagasan tersebut mendapat sambutan luas dari peserta dialog yang terdiri atas tokoh-tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta ASN di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku. Para peserta mengapresiasi kedalaman dan kejernihan pemikiran Menteri Agama yang mampu menempatkan ajaran agama pada satu titik temu, yakni cinta yang melahirkan kepedulian, keadilan, dan tanggung jawab ekologis.

Bagi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, forum ini dipandang sejalan dengan komitmen institusi dalam mengembangkan teologi kontekstual yang berakar pada realitas Maluku sebagai wilayah multikultural dan multireligius. Kehadiran dan keterlibatan sivitas akademika IAKN Ambon dalam dialog lintas agama tersebut menegaskan peran perguruan tinggi keagamaan sebagai ruang akademik yang strategis dalam merawat perdamaian, memperkuat moderasi beragama, serta mengarusutamakan nilai-nilai cinta dan kepedulian ekologis dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pendekatan akademik dan praksis sosial, IAKN Ambon terus mendorong penguatan literasi perdamaian dan eko-teologi sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi keagamaan dalam menjaga harmoni sosial di Maluku dan Indonesia.