
Ambon — Bertempat di Auditorium Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Rabu, 22 Oktober 2025, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan menggelar Seminar Nasional bertema “Menenun Cinta, Merawat Kemajemukan: Kontribusi Perguruan Tinggi Keagamaan dalam Membangun Peradaban Damai.â€
Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, M.A, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan refleksi nyata dari upaya menghidupkan gagasan Kurikulum Berbasis Cinta yang dicetuskan oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. “Gagasan ini genap berusia satu tahun pada bulan Oktober ini, dan kini kita melihatnya mulai diwujudkan secara konkret di ruang akademik,†ujarnya.
Menurut Prof, cinta dalam konteks pendidikan keagamaan tidak bisa dipahami secara sentimental. Ia menegaskan, “Cinta yang kita bicarakan bukan romantisme, melainkan cinta yang memanusiakan manusia, yang menjadi titik temu bagi agama-agama dan kebudayaan di dunia.â€
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber nasional: Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, M.Hum., M.A, Dr. Budhy Munawar Rachman, dan Irene Ludji, MAR, Ph.D., yang dikenal aktif mengembangkan pemikiran lintas iman serta meneguhkan cinta sebagai energi peradaban damai.
Prof menambahkan, IAKN Ambon kini sedang mengembangkan kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan literasi komunitas budaya, sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia Timur. “Melalui pendekatan ini, kita ingin memastikan nilai-nilai cinta, kasih, dan kemanusiaan benar-benar hidup dalam proses belajar mengajar,†katanya.
Menutup sambutannya, Prof Yance kembali menegaskan esensi cinta sebagai dasar kehidupan akademik dan sosial. “Tanpa cinta, ilmu kehilangan arah, dan kemajemukan kehilangan makna. Cinta adalah bahasa universal yang mampu menjembatani iman, ilmu, dan kemanusiaan,†tuturnya disambut tepuk tangan peserta seminar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Biro AUAK, Rowles Hasugian, S.Si., M.Si.; Wakil Rektor II, Dr. Johanna S. Talupun, M.Th.; Dekan FIPK, Dr. Agusthina Siahaya, M.Th.; Dekan FSKK, Dr. Jermias V. Harling, M.Sn.; dan Dekan FST, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., beserta para dosen dan jajaran pimpinan di lingkungan kampus.
Selain itu, tampak hadir pula perwakilan dari UIN Ambon, Universitas Pattimura (UNPATTI), dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), serta mahasiswa FISK yang mengikuti seminar dengan antusias.
Sebagai bentuk keterbukaan dan perluasan partisipasi akademik, seminar nasional ini juga dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom, memungkinkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk turut berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan para narasumber.
Pelaksanaan sesi daring ini menjadi bukti adaptasi IAKN Ambon terhadap perkembangan teknologi dan komitmen untuk menjangkau lebih banyak kalangan. Melalui ruang digital, semangat “menenun cinta dan merawat kemajemukan†melintasi batas ruang dan waktu.
Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi perguruan tinggi keagamaan untuk membumikan nilai-nilai kasih dan merawat kemajemukan melalui pendidikan yang humanis dan transformatif.