
Ambon, 12 Februari 2026 — Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Mesias Sorong melakukan benchmarking akademik dan tata kelola perguruan tinggi ke Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai langkah penguatan kerja sama kelembagaan antarperguruan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia Timur.
Rombongan STAKN Mesias Sorong diterima secara resmi oleh pimpinan IAKN Ambon di ruang rapat Program Pascasarjana IAKN Ambon. Benchmarking ini menjadi bagian dari upaya STAKN Mesias Sorong untuk meningkatkan mutu pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan.

Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa IAKN Ambon terus membuka diri untuk berkolaborasi dengan sesama perguruan tinggi keagamaan Kristen, khususnya dalam membangun dan memperkuat sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur. “Kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan mutu akademik dan kelembagaan,” ujar rector.
Kegiatan benchmarking mencakup pemaparan dan diskusi mendalam terkait pengelolaan penelitian dan publikasi ilmiah, strategi pengabdian kepada masyarakat, serta sistem pengelolaan pendidikan dan kurikulum. Selain itu, aspek tata kelola perguruan tinggi turut menjadi perhatian, meliputi pengelolaan keuangan, Barang Milik Negara (BMN), kepegawaian, digitalisasi layanan akademik dan administrasi, hingga perencanaan serta pengembangan kelembagaan.
Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab melibatkan unsur pimpinan, fakultas, program studi, serta lembaga dan unit penunjang akademik. Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan peninjauan sarana dan prasarana akademik IAKN Ambon sebagai referensi pengembangan kelembagaan di STAKN Mesias Sorong.

Ketua STAKN Mesias Sorong, Dr. Habel S.J. Rieuwpassa, M.Pd.K, menyatakan bahwa benchmarking ini diharapkan menghasilkan praktik-praktik baik (best practices) yang dapat diadaptasi dan diimplementasikan, terutama dalam peningkatan mutu akademik dan tata kelola institusi. Menurut dia, kesamaan tradisi keilmuan, kedekatan geografis, serta capaian pengelolaan kelembagaan menjadi alasan IAKN Ambon dipilih sebagai mitra benchmarking.
Ia juga mengungkapkan bahwa STAKN Mesias Sorong menargetkan transformasi kelembagaan menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) pada 2029. “Harapannya, pertemuan ini menjadi dasar kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguatkan,” kata Dr. Habel.
Melalui penandatanganan MoU dan MoA serta pelaksanaan benchmarking ini, IAKN Ambon dan STAKN Mesias Sorong berkomitmen memperkuat sinergi akademik, kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama tersebut diharapkan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.