Ambon – Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon resmi ditutup oleh Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., di Auditorium IAKN Ambon, Rabu (5/8/2026), setelah berlangsung selama dua hari. Penutupan menandai berakhirnya rangkaian forum akademik yang menghadirkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi dan diikuti ratusan peserta secara luring maupun daring melalui Zoom.
Seminar bertema penguatan inovasi, inklusivitas, dan resiliensi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045 ini tidak sekadar menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, dosen, mahasiswa, guru, peneliti, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Dalam sambutan penutupan, Rektor IAKN Ambon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan seminar, mulai dari panitia, Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen, para narasumber, moderator, peserta yang hadir di auditorium, hingga peserta yang mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah.

"Terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah membagikan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang sangat berharga. Terima kasih juga kepada seluruh peserta, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti melalui Zoom. Kehadiran dan partisipasi aktif saudara-saudara telah menjadikan seminar ini berlangsung dengan sangat baik," ujar Elka.
Rektor juga memberikan perhatian khusus kepada para mahasiswa baru yang turut mengikuti seminar. Menurutnya, keterlibatan sejak awal dalam forum ilmiah merupakan pengalaman penting untuk membangun budaya akademik yang kuat sebelum memasuki proses perkuliahan secara penuh.
Ia menilai seminar tersebut menjadi langkah awal yang strategis bagi mahasiswa baru untuk mengenal tradisi berpikir kritis, budaya diskusi ilmiah, serta pentingnya kolaborasi dalam dunia pendidikan tinggi.
"Semoga pengalaman selama dua hari ini menjadi pemicu semangat untuk terus belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kapasitas diri ketika memasuki dunia perkuliahan. Kampus bukan hanya tempat memperoleh ilmu, tetapi ruang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan menghadapi perubahan," katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, seminar menghadirkan berbagai narasumber dengan kepakaran yang beragam. Berbagai materi yang disampaikan mengulas transformasi pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, penguatan pendidikan inklusif, inovasi pembelajaran, hingga pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan global.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa tantangan pendidikan tidak lagi dapat dijawab dengan pendekatan konvensional. Dibutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, inovasi pembelajaran yang berkelanjutan, serta kemampuan membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Bagi IAKN Ambon, seminar nasional ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat budaya akademik sekaligus memperluas jejaring keilmuan. Forum ilmiah semacam ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum yang lebih relevan, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Sementara bagi mahasiswa, seminar memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pakar, memperluas wawasan ilmiah, serta memahami berbagai isu strategis yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membentuk cara berpikir yang kritis, inovatif, dan terbuka terhadap perubahan.

Di akhir sambutannya, Rektor berharap hasil diskusi yang telah berlangsung tidak berhenti sebagai wacana akademik, melainkan diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi pembelajaran, dan pengembangan kebijakan pendidikan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Semoga seluruh ilmu, gagasan, dan pengalaman yang diperoleh selama seminar ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, memperkuat kualitas pendidikan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.
Dengan berakhirnya Seminar Nasional FIPK 2026, IAKN Ambon kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang aktif membangun ruang dialog ilmiah, menghasilkan pemikiran transformatif, serta mencetak generasi akademik yang berintegritas, adaptif, dan siap menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan Indonesia.