Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon memilih memperingati Hari Anak Nasional dengan cara yang berbeda. Melalui kegiatan bertajuk Sekolah Tanpa Dinding, sivitas akademika program studi itu membawa proses belajar keluar dari ruang kelas dan hadir langsung bersama anak-anak di Panti Asuhan Pelita Kasih. (31/7/2016).
Mengusung tema Mewujudkan Pembelajaran Inklusif Melalui Edukasi Penguatan Soft Skill dan Hard Skill Anak Panti Asuhan Pelita Kasih, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bersama yang menempatkan anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, sebagai subjek utama dalam proses penguatan kapasitas, kepercayaan diri, dan keterampilan hidup.
Beragam materi disampaikan secara interaktif dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kota Ambon, Mince Lokollo, M.Si., serta akademisi Narges Wamese, M.Si. Keduanya mengajak peserta memahami pentingnya pengembangan kemampuan sosial, komunikasi, serta keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.
Ketua Panitia, Armando Valentino, M.Si., mengatakan Sekolah Tanpa Dinding lahir dari semangat sivitas Program Studi Pendidikan Sosiologi untuk menghadirkan pendidikan yang menyentuh langsung masyarakat. Momentum Hari Anak Nasional, menurut dia, menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh perhatian, kesempatan belajar, dan perlakuan yang setara tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial.
"Bagi kami, belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Kami ingin hadir, berbagi pengalaman, dan belajar bersama anak-anak di Panti Asuhan Pelita Kasih. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlakuan yang bermartabat tanpa diskriminasi," ujarnya.
Mewakili Rektor IAKN Ambon, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Branckly E. Picanussa, D.Th., mengapresiasi inisiatif Program Studi Pendidikan Sosiologi yang menghadirkan kegiatan berbasis pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun kepekaan sosial dan keberpihakan terhadap kelompok rentan.
Ia menegaskan bahwa IAKN Ambon terus berkomitmen membangun lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, terbuka, dan ramah bagi setiap anak bangsa. Kampus, kata dia, harus menjadi ruang yang memberikan kesempatan yang sama bagi siapa pun untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan tanpa dibatasi oleh kondisi sosial maupun disabilitas.
Melalui kegiatan Sekolah Tanpa Dinding, Program Studi Pendidikan Sosiologi menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya tentang seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, menumbuhkan budaya inklusi, serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan dan kesempatan berkembang.