Ambon, 9 April 2026 – Rektor Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA menegaskan pentingnya arah baru perencanaan strategis kampus dalam pelaksanaan Rapat Kerja tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi dan transformasi institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Rektor mengawali dengan situasi global yang penuh tantangan, mulai dari konflik, bencana, hingga berbagai krisis yang melanda dunia.
“Di tengah berbagai kondisi dunia saat ini, kita patut bersyukur karena tetap diberkati dan mampu melaksanakan tugas-tugas dengan baik,” ujarnya.
Rektor menjelaskan bahwa pelaksanaan Raker 2026 menjadi penanda era baru dalam pembangunan dan pengembangan IAKN Ambon. Hal ini seiring dengan implementasi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 yang telah memasuki tahun pertama, dengan indikator capaian yang kini semakin terukur.
Menurutnya, pembenahan dokumen perencanaan yang dilakukan oleh Kementerian Agama menjadi landasan penting dalam memastikan arah pengembangan institusi berjalan lebih sistematis dan akuntabel.
“Forum Raker ini diharapkan mampu merumuskan kebijakan strategis yang berdampak nyata bagi pengembangan perguruan tinggi keagamaan Kristen yang berdaya saing,” tegasnya.
Mengusung tema “Mempersiapkan Generasi Indonesia Unggul dan Berdaya Saing”, Raker tahun ini disebut sebagai bagian dari kesinambungan tema Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama, yaitu “Mempersiapkan Umat Masa Depan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun fondasi kuat bagi generasi masa depan Indonesia.
Rektor menekankan bahwa dinamika perubahan global yang cepat dan disruptif menuntut kejelian dalam menyusun kebijakan, sasaran strategis, serta program kerja yang adaptif dan relevan.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti berbagai capaian yang telah diraih IAKN Ambon dalam satu tahun terakhir. Di antaranya peningkatan kualitas akademik melalui penambahan program studi terakreditasi unggul, serta reakreditasi program studi lama dengan predikat “Baik Sekali”. Sementara itu, program studi baru sebagian telah terakreditasi dan sisanya masih dalam proses, dengan harapan memperoleh hasil yang optimal.
Selain capaian akademik, IAKN Ambon juga telah melakukan penataan sistem administrasi secara menyeluruh, mencakup bidang akademik, keuangan, kepegawaian, dan perencanaan. Penataan ini bertujuan untuk mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta program strategis nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rektor juga mengungkapkan bahwa IAKN Ambon telah memenuhi seluruh persyaratan untuk perubahan bentuk menjadi universitas. Pada 17 Maret 2026, Menteri Agama telah mengirimkan surat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait usulan tersebut.
“Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, perubahan bentuk dari institut menjadi universitas dapat segera terwujud,” ungkapnya optimistis.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi dalam penerapan budaya mutu, pengembangan sumber daya manusia, serta tata kelola kampus yang efektif, akuntabel, dan berlandaskan prinsip good university governance.
Ke depan, IAKN Ambon akan terus melakukan pembenahan diri dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia dan mengedepankan pendekatan holistik, terintegrasi, inklusif, serta kolaboratif dalam setiap aspek pengembangan institusi.
Implementasi Renstra, lanjutnya, juga diarahkan untuk menjawab program prioritas Kementerian Agama, termasuk penguatan kerukunan, cinta kemanusiaan, ekoteologi, pendidikan unggul dan ramah, serta layanan keagamaan yang berdampak.
Menutup sambutannya, Rektor berharap Raker 2026 dapat menghasilkan kontribusi signifikan berupa masukan konstruktif, kritik membangun, serta dokumen perencanaan yang lebih berkualitas.