[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Rektor IAKN Ambon Hadiri Seminar Nasional IKA PTKIN, Bahas Transformasi Peradaban Dunia di Tengah Tantangan Global
Seminar 15 July 2026 23 dilihat

Rektor IAKN Ambon Hadiri Seminar Nasional IKA PTKIN, Bahas Transformasi Peradaban Dunia di Tengah Tantangan Global

Rektor IAKN Ambon Hadiri Seminar Nasional IKA PTKIN, Bahas Transformasi Peradaban Dunia di Tengah Tantangan Global

Jakarta - Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, menjadi ruang perjumpaan para pemikir, akademisi, tokoh lintas agama, hingga pembuat kebijakan dalam Seminar Nasional yang digelar Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN), Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram Islam dan Transformasi Peradaban Dunia, yang mengusung gagasan besar tentang masa depan Indonesia di tengah perubahan geopolitik, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga krisis lingkungan global.

Seminar dibuka dengan laporan Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN, Dr. H. Idrus Marham, yang menegaskan pentingnya memperkuat jejaring alumni perguruan tinggi keagamaan sebagai kekuatan intelektual yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan kebangsaan dan peradaban dunia.

6CXoQ7wZy0tC9qvdfI7OpNQlAzfsOKPIUIDTxJcB.jpgMenteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., hadir sebagai keynote speaker sekaligus meresmikan pembukaan kegiatan. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa agama tidak boleh berhenti sebagai identitas, melainkan harus menjadi energi transformasi yang melahirkan peradaban yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Menurutnya, dialog antarilmu, antaragama, dan antargenerasi menjadi prasyarat penting untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari beragam latar belakang. Mereka antara lain Dr. Ian Montratama dari Universitas Pertamina yang mengulas dinamika hubungan internasional, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta, Direktur Eksekutif ASEAN Institute of Peace and Reconciliation I Gusti Agung Wesaka Puja, cendekiawan Muslim Dr. KH. Adi Hidayat, Lc., M.A., pakar lingkungan Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya, Ketua Umum Permabudhi Prof. Dr. Philip K. Widjaja, Chairman PGI Pdt. Dr. Jacklevyn Frits Manuputty, Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Brian Yuliarto, Ph.D., Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Phil. Kamaruddin Amin, Ph.D., serta Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. M. Amin Abdullah.

di8OpGKHzdDRatW7S5nKzy2RjFpw4rfYZPUN5AcV.jpgRangkaian diskusi memperlihatkan bahwa transformasi peradaban tidak lagi dapat dipahami hanya dari perspektif keagamaan semata. Isu diplomasi, pendidikan tinggi, keberlanjutan lingkungan, teknologi, hingga penguatan moderasi beragama dipandang sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dalam membangun masa depan Indonesia.

Seminar tersebut juga dihadiri para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., yang turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi keagamaan.

uzPy85DP2WdMKHs98g3IFAYvvrPjmfBoyq0e6hYD.jpgKehadiran para pimpinan PTKKN dalam forum yang diprakarsai alumni PTKIN itu menjadi penanda bahwa pembangunan peradaban memerlukan ruang dialog yang melampaui sekat-sekat institusi maupun agama. Perguruan tinggi keagamaan, baik Islam maupun Kristen, dipandang memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyiapkan generasi yang berdaya saing, berkarakter, serta mampu merawat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Melalui forum ini, Festival Muharram Islam tidak hanya menjadi peringatan momentum keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai ruang pertemuan gagasan untuk memperkuat kolaborasi lintas iman, lintas disiplin ilmu, dan lintas institusi dalam merumuskan arah transformasi peradaban Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan.