
Ambon, 6 Februari 2026 — Program Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri Ambon kembali mencatatkan capaian akademik penting dengan melahirkan Doktor ke-26 dalam bidang Pendidikan Agama Kristen. Gelar doktor tersebut diraih oleh Dr. Sifera Sampe Liling setelah dinyatakan lulus dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di Auditorium IAKN Ambon.
Dalam ujian terbuka tersebut, Dr. Sifera mempertahankan disertasinya yang berjudul “Evaluasi Implementasi Kurikulum Sekolah Minggu Kelas Madya di Gereja Pentakosta Serikat di Indonesia Jemaat Efata Ambon.” Penelitian ini menyoroti pelaksanaan kurikulum pendidikan gerejawi pada kelas madya Sekolah Minggu serta relevansinya terhadap pembinaan iman dan pendidikan anak di lingkungan gereja.
Ujian promosi doktor dipimpin oleh Dr. Herly J. Lesilolo, M.Pd. selaku promotor, dengan Dr. Yowelna Tarumaselly, M.Pd. sebagai ko-promotor. Sementara itu, tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Aholiab Watloly, S.PAK., M.Hum., Prof. Dr. Mus Huliselan, DEA, dan Dr. Sjeny Liza Souisa, S.T., M.Th. Direktur Program Pascasarjana IAKN Ambon, Dr. Agusthina Ch. Kakiay, M.Si., turut hadir dan memberikan sambutan akademik.

Dalam sambutannya Dr. Herly J. Lesilolo selaku promotor menyampaikan bahwa Dr. Sifera menunjukkan kegigihan, semangat juang, serta komitmen akademik yang tinggi selama proses studi dan pembimbingan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan konsistensi dalam menyelesaikan seluruh tahapan akademik.
“Keberhasilan ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dilalui dengan disiplin dan kesungguhan,” ujar Dr. Lesilolo.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana IAKN Ambon, Dr. Agusthina Ch. Kakiay, menegaskan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi Dr. Sifera secara pribadi, tetapi juga bagi IAKN Ambon sebagai institusi pengembang keilmuan Pendidikan Agama Kristen.
“Sebagai Doktor Pendidikan Agama Kristen ke-26 di IAKN Ambon, Dr. Sifera diharapkan mampu menjunjung tinggi dan menjaga nama baik almamater dalam pengembangan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Dr. Kakiay.

Dr. Kakiay juga menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan institusi sekaligus sumber inspirasi bagi akademisi dan praktisi yang berminat melanjutkan studi doktoral di bidang Pendidikan Agama Kristen. Karena itu, ia mengajak masyarakat luas untuk memanfaatkan kesempatan studi lanjut di Program Pascasarjana IAKN Ambon.
Menurut Dr. Kakiay, IAKN Ambon menawarkan lingkungan akademik yang kondusif untuk pengembangan keilmuan, peningkatan kompetensi profesional, serta penguatan karier akademik, khususnya di bidang Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gerejawi. Selain itu, tersedia pula berbagai skema pendanaan, termasuk Beasiswa LPDP untuk program magister serta beasiswa doktor bagi dosen perguruan tinggi keagamaan Kristen.
Dengan capaian ini, IAKN Ambon kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Kristen di kawasan timur Indonesia.