[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Prodi Pastoral Konseling IAKN Ambon Gelar Coaching Clinic Pemanfaatan AI dalam Konseling
Umum 09 September 2026 15 dilihat

Prodi Pastoral Konseling IAKN Ambon Gelar Coaching Clinic Pemanfaatan AI dalam Konseling

Prodi Pastoral Konseling IAKN Ambon Gelar Coaching Clinic Pemanfaatan AI dalam Konseling

AMBON, Rabu, 9 September 2026 Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, menggelar Coaching Clinic Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Konseling selama dua hari, 9-10 September 2026, di Ruang Multimedia FISK IAKN Ambon.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa dan bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat, etis, dan bertanggung jawab, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran dan pelayanan konseling.

Kegiatan diawali dengan laporan panitia yang disampaikan Lolita L. Ririhena, M.Si. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi mahasiswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga perlu mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak dengan tetap memperhatikan nilai-nilai etika dan tanggung jawab.

“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan AI secara tepat, sehingga teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana yang mendukung proses pembelajaran maupun pelayanan, tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan tanggung jawab,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan FISK IAKN Ambon yang diwakili Wakil Dekan I, Dr. Jusuf H. Kelelufna, S.Th., M.Th. Dalam sambutannya, Jusuf mengatakan AI telah berkembang pesat dan menjadi bagian dari berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan pelayanan konseling.

NehcTt69ESMh2rnOoG6pXHHonWoVq6bsQBNoaSpZ.jpg

Namun, ia mengingatkan bahwa perkembangan AI juga menghadirkan tantangan, terutama terkait etika, privasi, hak individu, keamanan data, serta batasan moral dalam penggunaannya. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa AI merupakan alat bantu yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, kegiatan selama dua hari ini menjadi sangat penting. Kita perlu belajar bagaimana mengintegrasikan Artificial Intelligence secara bijak, etis, dan tetap berpusat pada aspek manusiawi, sehingga AI dapat menjadi alat yang membantu manusia, bukan menjadi pengganti manusia,” kata Jusuf.

Ia juga menyoroti berbagai pertanyaan mahasiswa mengenai batas penggunaan AI dalam kegiatan akademik. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya berfokus pada bagaimana menggunakan AI tanpa diketahui atau terdeteksi, tetapi lebih penting memahami batasan dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami batasan dan menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam konteks konseling, Jusuf menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap berpusat pada manusia. Teknologi dapat digunakan untuk membantu meningkatkan efektivitas pekerjaan dan kualitas pelayanan, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia yang membutuhkan empati, kepekaan, pertimbangan moral, serta kemampuan membangun relasi interpersonal.

Untuk memperkaya wawasan peserta, Coaching Clinic menghadirkan tiga narasumber profesional, yakni Prisilla T. Pattiata, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Hennie Tuhuteru, S.Kom., M.Kom., dan Sabda A. Kurniawan, S.T., M.M. Ketiganya memberikan perspektif dari bidang psikologi, teknologi informasi, dan manajemen terkait pemanfaatan AI dalam konteks akademik maupun pelayanan konseling.

PbillyclBbWwX0OcO67kxG2upltfR9yhNf4S6lA9.jpg

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan FISK IAKN Ambon, Ketua dan Sekretaris Program Studi Pastoral Konseling, para dosen di lingkungan FISK, serta sekitar 50 mahasiswa peserta Coaching Clinic.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pastoral Konseling FISK IAKN Ambon berharap mahasiswa memiliki literasi digital dan kecakapan dalam memanfaatkan AI secara memadai. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran dan pelayanan konseling secara profesional, etis, dan bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.