Ambon, 23 Januari 2026 — Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar kegiatan Guest Lecture bertajuk “The Moluccas Digital Frontier: Bridging the Gap, Boosting Tourism, and Safeguarding Privacy”, yang berlangsung di Plaza FISK IAKN Ambon, Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara IAKN Ambon dan Yayasan Gandong, yang bertujuan memperkuat kapasitas akademik dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan pariwisata di era digital.

Guest lecture tersebut menghadirkan Arianne Sipman-van Holland, MSc,. Market Intelligence manager - BASF - Arnhem The Netherlands dan Linda van Heeren, Teacher – Social Work, Vocational Education ROC Albeda - Rotterdam The Netherlands, Secretary to the Board – Stichting Gandong, Chair of the Board - Stichting Gandong, untuk melakukan diskursus mengenai transformasi digital di sektor pariwisata Maluku, termasuk strategi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing destinasi, perluasan promosi budaya dan kearifan lokal, serta pentingnya perlindungan privasi di ruang digital.

Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Fiona Toisuta, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk peningkatan mutu Program Studi Pariwisata, tetapi juga sebagai upaya membangun dan memperkuat atmosfer akademik di lingkungan IAKN Ambon.
“Tujuan kuliah tamu ini adalah meningkatkan kualitas Prodi Pariwisata sekaligus memperkaya atmosfer akademik di lembaga ini agar lebih responsif terhadap perkembangan zaman,” ujar Toisuta.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon, Dr. Febby Patty, menegaskan bahwa digitalisasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan pariwisata di Maluku. Menurutnya, keterbatasan akses dan literasi digital masih menjadi persoalan, namun di sisi lain membuka ruang strategis untuk meningkatkan daya saing daerah.
“Tantangan digital seperti akses dan literasi harus direspons dengan strategi yang tepat untuk memperluas promosi budaya dan kearifan lokal. Karena itu, penguatan digitalisasi dan pariwisata berkelanjutan menjadi sangat penting,” kata Dekan.

Dekan juga menambahkan bahwa, kuliah tamu ini relevan dengan kebutuhan zaman karena menekankan pentingnya etika digital dan integrasi teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan.
“Di era digital, kesadaran etika menjadi kunci, agar teknologi tidak hanya mendorong kemajuan ekonomi, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon menegaskan komitmennya untuk membentuk lulusan, alumni, dan mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal sebagai identitas dan kekuatan pariwisata Maluku.