Ambon, 29 April 2026 — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Smart and Sustainable Future: Peran Teknologi, Industri, dan Lingkungan Binaan.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi diarahkan untuk melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kuliah umum yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon tersebut menghadirkan dua pakar, Prof. Dr. Ir. Ratna Purwaningsih dan Yulia Fatma, Ph.D., yang membahas keterkaitan antara teknologi, industri, dan keberlanjutan lingkungan dalam konteks pembangunan masa depan. Diskusi yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika.
Dekan FST IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kuliah umum ini kami arahkan agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan masyarakat. Teknologi harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar inovasi tanpa arah,” ujarnya.
Fokus utama pembahasan mencakup sustainable manufacturing, desain produk ramah lingkungan, serta penerapan ekonomi sirkular. Konsep-konsep ini dinilai memiliki relevansi tinggi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat, seperti pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, hingga pengembangan industri lokal yang berkelanjutan.
Ketua Program Studi Arsitektur, Victor Delvy Tutupary, menjelaskan bahwa pendekatan yang dibangun dalam kuliah umum ini menekankan pada kesiapan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat.
“Mahasiswa didorong untuk mampu merancang solusi, misalnya dalam bentuk desain hunian yang ramah lingkungan, pengelolaan sampah berbasis komunitas, atau inovasi produk lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Selain itu, aspek teknologi informasi juga menjadi perhatian penting, khususnya melalui penerapan Green IT. Pendekatan ini membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengelola sistem digital yang hemat energi, efisien, dan minim dampak lingkungan.
Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga berpotensi menjangkau masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan program-program konkret, seperti pendampingan UMKM berbasis teknologi, pengembangan sistem pengelolaan lingkungan desa, hingga edukasi digital yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, FST IAKN Ambon menempatkan diri tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan. Kampus didorong menjadi ruang lahirnya inovasi yang aplikatif, kontekstual, dan berdampak langsung.
Melalui kuliah umum ini, FST IAKN Ambon mempertegas komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya adaptif dan inovatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun masa depan yang cerdas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis : Corneles Patty