AMBON, 24 April 2026 — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui IAKN Ambon menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui berbagai program prioritas. Salah satunya diwujudkan melalui pencanangan program Green Campus yang dilaksanakan di taman kampus IAKN Ambon, Jumat (24/4).
Program ini dirancang sebagai arah kebijakan strategis untuk mendorong layanan keagamaan yang lebih inklusif, relevan, dan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya komunitas akademik IAKN Ambon.
Pencanangan Green Campus tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga lingkungan kampus, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi layanan keagamaan yang adaptif terhadap isu-isu global, termasuk keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Dr. Suwarsono, bersama perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.
Kehadiran para kolega ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi pendidikan dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung dalam kehidupan masyarakat,” demikian disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui inisiatif Green Campus, IAKN Ambon diharapkan dapat menjadi model kampus berbasis nilai-nilai keagamaan yang peduli lingkungan, sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan.
Langkah ini juga mempertegas posisi Kemenag RI dalam mendorong sinergi lintas sektor guna menciptakan layanan publik yang lebih humanis, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penulis: Thobias Rahalus