[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / IAKN Ambon Jajaki Kerja Sama dengan Utrecht Conservatorium of Music
Kerjasama 19 August 2025 60 dilihat

IAKN Ambon Jajaki Kerja Sama dengan Utrecht Conservatorium of Music

IAKN Ambon Jajaki Kerja Sama dengan Utrecht Conservatorium of Music
IAKN Ambon Jajaki Kerja Sama dengan Utrecht Conservatorium of Music

Pada tanggal 18 Juli 2025, sebuah langkah strategis kembali dilakukan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon di kancah internasional. Kali ini, fokusnya tertuju pada penguatan musik gereja melalui penjajakan kerja sama dengan Utrecht Conservatorium of Music, Department of Church Music, Belanda.



Pertemuan penting itu mempertemukan Wakil Rektor III IAKN Ambon, Branckly E. Picanussa, D.Th. dengan Prof. Dr. Mark Lippe di Gertrudiskapel, salah satu tempat mengajar Prof. Lippe - tepat di belakang kampus ternama, Utrecht Conservatorium of Music. Dalam suasana hangat namun penuh visi, kedua pihak membahas peluang kolaborasi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, sesi kuliah dosen tamu, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas SDM dosen dan mahasiswa, hingga kerja sama penelitian dan publikasi ilmiah.


Sebagai langkah awal, Prof. Lippe akan mengajar beberapa sesi perkuliahan di IAKN Ambon. “Kami ingin membangun hubungan akademik yang bukan hanya bersifat seremonial, tetapi nyata dan berdampak,†ujar Picanussa penuh optimisme




Pertemuan tersebut tak hanya diwarnai diskusi formal. Ada momen unik dan penuh makna ketika Picanussa memperkenalkan Suling Gaba-gaba,  alat musik yang khas Maluku, kepada Prof. Lippe. Tak berhenti di situ, keduanya kemudian berkolaborasi spontan memainkan musik, di mana Prof. Lippe mengalunkan nada-nada indah dari pipe organ, sementara Picanussa mengiringinya dengan suling bambu kromatis ciptaannya sendiri. Harmoni lintas budaya ini seakan menjadi simbol pertemuan dua dunia musik: klasik Barat dan tradisi Maluku.


Prof. Lippe mengaku terkesan dengan warna bunyi suling kedua suling tersebut dan menyampaikan kegembiraannya atas peluang kolaborasi ini. “Saya percaya, dari sini kita bisa mengembangkan sesuatu yang istimewa bagi perkembangan musik gereja, baik di Indonesia maupun Eropa,†ujarnya.

Dengan penjajakan ini, IAKN Ambon semakin menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pendidikan musik gereja yang berdaya saing global, sekaligus membawa kekayaan musik Maluku ke panggung internasional.