[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / FISK IAKN Ambon Gelar Seminar Nasional, Bahas Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Workshop/Seminar 07 November 2024 60 dilihat

FISK IAKN Ambon Gelar Seminar Nasional, Bahas Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

FISK IAKN Ambon Gelar Seminar Nasional, Bahas Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
FISK IAKN Ambon Gelar Seminar Nasional, Bahas Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Ambon, 7 November 2024 – Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon menggelar Seminar Nasional 2024 dengan tema "Kearifan Lokal: Pilar Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan" pada 7-8 November 2024. Acara yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAKN Ambon Prof. Dr. Christiana D.W. Sahertian, M.Pd,. dan dihadiri oleh Pimpinan, Mahasiswa dan Dosen di lingkungan FISK IAKN Ambon.

Tema seminar ini sangat relevan dengan kondisi dan tantangan yang kita hadapi di era globalisasi, khususnya di Maluku yang kaya akan kearifan lokal, budaya, serta tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sebagai daerah yang dilimpahi dengan kekayaan alam dan budaya, Maluku memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Namun, perkembangan pesat sektor ini harus tetap dilihat dengan cermat agar tidak mengorbankan kelestarian nilai-nilai sosial dan budaya yang sudah ada.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I IAKN Ambon, Prof. Dr. Christiana D.W. Sahertian, M.Pd., menekankan pentingnya menggabungkan kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata di Maluku. Beliau berharap seminar ini dapat menghasilkan solusi konkret untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan, tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.



Seminar ini menghadirkan tiga pembicara utama dan 26 makalah dari berbagai disiplin ilmu. Para peserta diajak untuk mendiskusikan bagaimana kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, serta bagaimana menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Victor Delvy Tutupary M.Phil., dalam laporannya, menyampaikan bahwa tema seminar ini sangat relevan dengan kondisi Maluku yang kaya akan keanekaragaman budaya. Beliau menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai sosial dan budaya lokal dalam pengembangan pariwisata.

Salah satu hasil penting dari seminar ini adalah lahirnya buku yang berisi kumpulan makalah para pembicara. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Maluku.



IAKN Ambon berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata. Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya membangun pariwisata yang berkelanjutan di Maluku, yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan melestarikan lingkungan.