
Ambon, 26 November 2025 Institut Agama Kristen Negeri (AMBON) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pembahasan Kelengkapan Perubahan Bentuk IAKN Ambon menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN) Ambon.†Kegiatan yang berlangsung secara hybrid
luring dan daring melalui Zoom Meeting—ini menjadi agenda strategis untuk mematangkan seluruh dokumen yang menjadi syarat perubahan status kelembagaan.
FGD menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kemenag RI, Dr. Nur Arifin Efendi, M.Pd., yang memberikan paparan secara daring, serta Sekretaris Dirjen Bimas Kristen RI, Johni Tilaar, didampingi Staf Pelaksana, Marko,
yang hadir secara langsung di Kampus IAKN Ambon bersama Rektor dan Kepala Biro AUAK.
Dalam sambutan pembukaannya melalui Zoom, Dr. Nur Arifin Efendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika IAKN Ambon atas kerja keras penyusunan dan penyempurnaan dokumen perubahan bentuk. Ia menegaskan bahwa kelengkapan dokumen yang
telah disusun IAKN Ambon menunjukkan ketepatan, konsistensi, dan kesesuaian dengan regulasi terbaru.
Dari tiga IAKN yang mengusulkan perubahan bentuk—Ambon, Manado, dan Tarutung—IAKN Ambon menjadi satu-satunya yang dinilai memenuhi syarat lengkap. Ini merupakan capaian luar biasa,†ujar Arifin dalam arahannya.
Ia juga memberikan panduan teknis terkait sejumlah persyaratan tambahan yang perlu dipastikan kesesuaiannya sebelum proses penetapan final oleh Kemenag RI.
Sementara itu, Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA, saat membuka kegiatan, menyampaikan penghargaan kepada Sekretaris Dirjen Bimas Kristen RI yang hadir langsung, serta kepada Biro Ortala yang terus mendampingi proses perubahan bentuk.
Rektor menegaskan bahwa FGD ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelengkapan persyaratan, termasuk puluhan kali revisi dokumen yang telah dilakukan demi memenuhi standar regulasi.
Kami bersyukur dan berbangga, karena dalam waktu dekat IAKN Ambon akan memasuki babak baru sebagai Universitas Kristen Negeri Ambon. Transformasi ini akan menjadi sejarah dan tonggak penting bagi pendidikan Kristen di Indonesia Timur,†tegasnya.
Pada sesi pemaparan teknis, Biro Ortala kembali menegaskan bahwa berdasarkan evaluasi administratif, akademik, dan kelembagaan, IAKN Ambon berada pada posisi paling siap untuk ditetapkan sebagai universitas.
Hadir secara langsung di Kampus IAKN Ambon, Johni Tilaar memberikan penguatan, arahan lapangan, dan evaluasi terhadap kesiapan internal institusi. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal, pemantapan tata kelola, serta kesiapan seluruh unit kerja untuk
memasuki fase baru sebagai universitas.
FGD berlangsung dinamis dengan sesi diskusi teknis bersama pimpinan unit, senat akademik, dan tim penyusun dokumen. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah final sebelum pengesahan perubahan bentuk oleh Kemenag RI.
Dengan hasil evaluasi yang semakin menguat, IAKN Ambon kini berada di ambang transformasi historis menuju Universitas Kristen Negeri Ambon, membuka babak baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Kristen di kawasan Indonesia Timur.