Ambon, 2 Mei 2026 - Civitas akademika Institut Agama Kristen Negeri Ambon menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, di lapangan ucapara rektorat IAKN Ambon. Upacara dihadiri oleh pimpinan, dosen, pegawai dan perwakilan mahasiswa di lingkungan IAKN Ambon, upacara ini tidak hanya sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi dimaknai sebagai ruang refleksi mendalam tentang arah pendidikan yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA. yang bertindak sebagai pembina upacara, membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan penekanan pada pentingnya transformasi pendidikan. Dalam pidato itu ditegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi titik tolak untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang hidup, relevan, dan berdampak langsung.
“Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Lebih jauh, pidato tersebut menyoroti tiga fondasi utama pendidikan yang disebut sebagai “tiga M”, yakni mindset (pola pikir), mental, dan misi. Ketiganya dinilai sebagai elemen kunci agar kebijakan pendidikan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Dalam konteks ini, perguruan tinggi seperti IAKN Ambon didorong untuk mengambil peran lebih dari sekadar lembaga akademik. Kampus dituntut menjadi motor perubahan sosial—melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.
Mindset maju, misalnya, tidak hanya berarti adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membaca kebutuhan lokal, mulai dari pendidikan berbasis komunitas hingga penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Mental yang kuat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global sekaligus realitas sosial di daerah. Sementara misi yang lurus memastikan bahwa pendidikan tetap berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Dampak dari pendekatan ini diharapkan terasa langsung, terutama melalui kontribusi lulusan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, pelayanan sosial, hingga pembangunan karakter generasi muda di daerah. Dengan demikian, kampus tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga agen perubahan yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Momentum Hardiknas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari sejauh mana hasilnya dirasakan oleh publik. Dalam kerangka itu, IAKN Ambon diharapkan terus menguatkan perannya sebagai institusi yang menghadirkan pendidikan sebagai kekuatan transformasi—tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas dan masa depan bangsa.