Ambon, 28 April 2026 — Institut Agama Kristen Negeri Ambon secara resmi menarik 219 mahasiswa peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium kampus, dihadiri oleh dosen pembimbing, koordinator lapangan, serta perwakilan sekolah mitra. turut dihadiri Kepala Biro AUAK IAKN Ambon Rowles Hasugian M.Si, para Dekan dan Wakil Dekan, pejabat struktural dan fungsional, kepala sekolah, serta guru pamong yang selama ini menjadi mitra dalam pelaksanaan PKL.

Dalam sambutannya, Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA. menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta seluruh sekolah mitra yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKL mahasiswa.
“Pengalaman PKL adalah realitas dunia pendidikan yang sesungguhnya. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dievaluasi dan ditingkatkan oleh fakultas dan dosen, agar kompetensi yang diperoleh mahasiswa di kampus semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar rektor.
Rektor juga menegaskan bahwa pengalaman selama PKL diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kewajiban akademik, tetapi menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah, termasuk skripsi. Ia mendorong agar berbagai persoalan yang ditemui di lapangan dapat dijadikan bahan kajian ilmiah yang solutif.
Lebih lanjut, Rektor berharap sinergi antara IAKN Ambon dengan pemerintah daerah dan sekolah mitra dapat terus diperkuat di masa mendatang. “Kolaborasi ini harus terus dibangun agar memberikan manfaat nyata, baik bagi pengembangan mahasiswa maupun peningkatan kualitas pendidikan di sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala TK Talenta, Pdt. Winny T., dalam testimoninya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi PKL. Ia menilai kehadiran mahasiswa membawa semangat baru dalam proses pembelajaran.
“Kehadiran mahasiswa bukan hanya sebagai pelaksana tugas akademik, tetapi menjadi mitra dalam pendidikan. Mereka menunjukkan kreativitas, terutama dalam merancang Alat Permainan Edukatif (APE) yang sangat bermanfaat bagi anak usia dini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa APE yang dihasilkan mahasiswa telah disumbangkan untuk mendukung proses pembelajaran di Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, sekaligus berkontribusi dalam penguatan akreditasi program studi.
Dari jenjang pendidikan menengah, guru pamong Joyce Luhulima, S.Th., M.Pd.K., menyampaikan sejumlah catatan evaluatif. Ia menyoroti durasi pelaksanaan PKL yang dinilai masih terbatas untuk mengoptimalkan pencapaian kompetensi pedagogik mahasiswa.
Selain itu, waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan minggu tidak efektif turut mempengaruhi intensitas interaksi mahasiswa dengan siswa. Meski demikian, pihak sekolah memberikan apresiasi atas kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dan tetap aktif berkontribusi, baik dalam proses pembelajaran maupun administrasi sekolah.
“Mahasiswa PKL IAKN Ambon mampu menunjukkan kualitas yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain. Mereka adaptif, kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan diri sebagai calon guru profesional yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, inovasi, dan motivasi kepada peserta didik.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kota Ambon, Kepala Bidang GTK, Jetsy Latuputty, yang menilai program PKL ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama PKL menjadi bekal penting dalam pembentukan karakter, kompetensi, serta kemampuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya program PKL tahun ini, IAKN Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan praktik lapangan sebagai bagian integral dalam mencetak calon pendidik yang profesional, berkarakter, dan siap menjawab tantangan dunia pendidikan.
Penulis : Corneles Patty