Perubahan lanskap pendidikan yang dipacu oleh perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus beradaptasi. Tidak hanya menguasai materi ajar, pendidik juga dituntut mampu merancang pembelajaran yang inovatif, relevan, dan sesuai dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka. Menjawab tantangan tersebut, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Workshop Pengembangan Modul Kurikulum Berbasis Pembelajaran Digital secara hybrid di Auditorium IAKN Ambon, Kamis (30/7/2026).
Workshop yang dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom itu diikuti guru Pendidikan Agama Kristen jenjang SD, SMP, dan SMA di Kota Ambon, dosen pengajar Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), mahasiswa, serta panitia pelaksana. Pelaksanaan secara hybrid menjadi bagian dari komitmen IAKN Ambon dalam memperluas akses peningkatan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi digital.
Ketua Panitia, Dr. Ledy Manusama, M.Pd.K, dalam laporannya mengatakan workshop diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi perubahan kurikulum dan transformasi pembelajaran di era digital. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Program Studi PPG IAKN Ambon untuk mempersiapkan guru yang profesional, adaptif, dan siap mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang semula dirancang berlangsung selama dua hari akhirnya disesuaikan menjadi satu hari karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, materi yang disampaikan tetap diperbarui mengikuti perkembangan kebijakan dan kebutuhan pembelajaran terkini. Seluruh peserta juga tetap memperoleh sertifikat sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional guru.
Dalam laporannya, Dr. Ledy Manusama turut menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) masih menunggu kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, pelaksanaan program maupun penugasan guru pamong belum dapat dipastikan waktunya. Kendati demikian, IAKN Ambon terus mengambil langkah proaktif dengan menghadirkan berbagai kegiatan akademik yang memperkuat kapasitas guru sebelum pelaksanaan PPG secara penuh.
Workshop ini, lanjutnya, bertujuan membekali guru agar mampu mengembangkan modul pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan teknologi digital, meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, sekaligus memperkuat kompetensi guru dalam menciptakan proses belajar yang lebih kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
Mewakili Rektor IAKN Ambon, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK), Dr. Onisimus Amtu, S.Th., M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan modul kurikulum berbasis pembelajaran digital merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas guru dan tenaga pendidik agar mampu menjawab dinamika pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya ditentukan oleh perubahan regulasi, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam menghadirkan perangkat pembelajaran yang kreatif, inovatif, kontekstual, dan mampu membangun karakter peserta didik. Karena itu, penguatan kompetensi guru harus terus dilakukan melalui pelatihan dan pembaruan wawasan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, workshop tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Guru yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki kemampuan menyusun modul pembelajaran digital diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Kristen.
"Kurikulum Merdeka menghendaki lahirnya peserta didik yang berkarakter, kompeten, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, guru perlu terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman," ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi keagamaan yang dipercaya menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Guru, IAKN Ambon terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi guru di kawasan Maluku. Melalui berbagai program akademik dan pelatihan, kampus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan para praktisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Workshop menghadirkan tiga narasumber profesional yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan kurikulum dan pendidikan, yakni Prof. Dr. Aholiab, S.PAK., M.Hum., Martha Nikijuluw, S.Th., M.Pd., dan Kajuliven Wattimena, S.Pd., M.Pd. Ketiganya membahas pengembangan modul pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, strategi implementasi pembelajaran digital, serta penyusunan perangkat ajar yang kontekstual dan berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik.
Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya memperoleh pembaruan mengenai kebijakan pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam menyusun modul pembelajaran digital yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara guru, dosen, dan akademisi untuk saling berbagi praktik baik dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.

Bagi IAKN Ambon, workshop ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui penguatan kapasitas guru. Dengan menghadirkan pelatihan yang relevan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan, IAKN Ambon terus mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak pendidik profesional yang mampu melahirkan generasi berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan