[INFORMASI] Edaran Cuti Bersama - 16 Sep 2026 00:00 • [INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 • [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 •
Beranda / Berita / IAKN Ambon Perkuat Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan hingga Level Mata Kuliah
Umum 08 October 2026 53 dilihat

IAKN Ambon Perkuat Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan hingga Level Mata Kuliah

IAKN Ambon Perkuat Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan hingga Level Mata Kuliah

AMBON – Perguruan tinggi tidak cukup hanya memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Lebih jauh, perguruan tinggi perlu memastikan bahwa proses pembelajaran tersebut benar-benar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan profil dan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang telah ditetapkan.

Kesadaran itulah yang mendorong Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Kegiatan Pendampingan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada Level Mata Kuliah, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon tersebut diikuti para pimpinan dan dosen di lingkungan IAKN Ambon.

Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat budaya mutu akademik sekaligus mendorong setiap program studi agar mampu mengukur ketercapaian CPL secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Selama ini, evaluasi pembelajaran pada level mata kuliah umumnya dilakukan melalui Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), maupun penugasan. Namun, evaluasi tersebut belum secara optimal diarahkan untuk melihat sejauh mana capaian pembelajaran pada setiap mata kuliah berkontribusi terhadap pencapaian CPL program studi.

Wakil Rektor I IAKN Ambon, Dr. Herly J. Lesilolo, M.Pd, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, evaluasi CPL merupakan bagian penting dari tanggung jawab dosen dalam memastikan mutu lulusan.

Menurut Herly, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan dosen mengenai pentingnya melakukan evaluasi yang tidak berhenti pada pencapaian pembelajaran mata kuliah, tetapi berlanjut hingga pada ketercapaian kompetensi lulusan.

“Selama ini kalau kita menggunakan pembelajaran dengan berpedoman pada RPS, evaluasi yang kita lakukan hanyalah sampai pada tahap pencapaian tujuan khusus atau capaian pembelajaran mata kuliah melalui UTS, UAS, dan tugas-tugas,” kata Herly.

HSzVMKS8o6vS5vlOSSpTJkTPvaR6svqqB0TJLKDA.jpg

Ia menegaskan, perguruan tinggi perlu mulai melakukan proses evaluasi untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran lulusan secara menyeluruh.

“Untuk pencapaian pembelajaran lulusan, sama sekali kita belum pernah melakukan proses untuk mengetahui capaian pembelajaran lulusan. Karena itu, hari ini kita akan dibekali dengan banyak materi dan bahkan langsung bisa dipraktikkan oleh setiap dosen pada mata kuliahnya,” ujarnya.

Herly berharap seluruh dosen dapat mengikuti kegiatan tersebut secara penuh sehingga materi yang diperoleh dapat diterapkan ketika kembali ke program studi masing-masing.

Ia juga mendorong agar hasil pendampingan tidak berhenti pada kegiatan sehari, tetapi ditindaklanjuti melalui perbaikan sistem pembelajaran dan penilaian di masing-masing program studi.

“Kami mengharapkan nanti ada perbaikan-perbaikan. Berdasarkan materi yang kita terima, kita melakukan perbaikan, mengubah cara berpikir, dan mengubah cara penilaian kita sampai pada pencapaian pembelajaran lulusan,” katanya.

Dorong perubahan cara pandang dosen

Herly menilai, kegiatan tersebut harus ditempatkan sebagai kebutuhan utama dalam penguatan mutu akademik IAKN Ambon.

Ia meminta para dosen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal agar pemahaman mengenai evaluasi CPL dapat benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Jadikan materi hari ini sebagai kebutuhan utama di antara kebutuhan utama lainnya sehingga betul-betul kita maksimal dalam mengikuti kegiatan ini sampai selesai,” katanya.

Menurut dia, pendampingan tersebut juga menjadi penting karena IAKN Ambon saat ini memiliki 21 program studi yang tersebar pada empat fakultas dan satu program pascasarjana.

Dengan karakteristik keilmuan yang berbeda-beda pada setiap program studi, evaluasi CPL perlu dilakukan dengan memperhatikan karakter dan kekhasan masing-masing program studi.

Ke-empat fakultas tersebut meliputi Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Fakultas Seni Keagamaan, serta Fakultas Sains dan Teknologi. IAKN Ambon juga terus mengembangkan program studi baru, termasuk Program Studi Sarjana Sistem Informasi.

“Karena kita sudah memiliki 21 program studi, masing-masing program studi memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendampingan ini penting agar setiap program studi dapat melakukan evaluasi sesuai dengan karakteristik dan capaian pembelajaran lulusannya,” ujar Herly.

Hadirkan guru besar Universitas Pattimura

Untuk memperkuat pendampingan, IAKN Ambon menghadirkan Prof. Dr. T.G. Ratumanan, M.Pd, guru besar bidang Pendidikan Matematika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Program Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon.

Ratumanan dikenal memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan pembelajaran, evaluasi, dan pengukuran pendidikan.

Kehadiran narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif akademik sekaligus pendampingan praktis kepada para dosen dalam menerjemahkan CPL ke dalam proses pembelajaran dan sistem penilaian pada level mata kuliah.

Dengan demikian, dosen tidak hanya mengetahui apakah mahasiswa berhasil memperoleh nilai dalam sebuah mata kuliah, tetapi juga dapat memetakan kontribusi mata kuliah tersebut terhadap pencapaian kompetensi lulusan yang telah ditetapkan program studi.

Dari nilai mata kuliah menuju mutu lulusan

Evaluasi CPL pada level mata kuliah pada akhirnya bukan sekadar persoalan teknis penyusunan instrumen penilaian. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara kurikulum, pembelajaran, asesmen, dan kompetensi lulusan.

I2pW0eDahdzzU7DmgHTAQ4ktD1qZs6IVXNGdymSX.jpg

Melalui pendampingan ini, dosen diharapkan mampu mengidentifikasi capaian pembelajaran yang diukur pada setiap mata kuliah, menentukan metode asesmen yang tepat, serta menggunakan hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran.

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan bagi program studi untuk melihat apakah CPL yang ditetapkan telah benar-benar dicapai mahasiswa.

Jika ditemukan capaian yang belum optimal, program studi dapat melakukan perbaikan, baik pada kurikulum, strategi pembelajaran, instrumen asesmen maupun pengelolaan proses pembelajaran.

Dengan demikian, evaluasi CPL menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun siklus peningkatan mutu berkelanjutan di lingkungan IAKN Ambon.

Melalui kegiatan ini, IAKN Ambon menargetkan adanya perubahan cara pandang dalam melakukan evaluasi pembelajaran, dari yang sebelumnya lebih berorientasi pada pencapaian nilai mata kuliah menuju evaluasi yang mampu menunjukkan kontribusi setiap mata kuliah terhadap pencapaian kompetensi lulusan.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem penjaminan mutu akademik IAKN Ambon sekaligus memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan profil lulusan dan kebutuhan masyarakat