[INFORMASI] Edaran Cuti Bersama - 16 Sep 2026 00:00 [INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00
Beranda / Berita / IAKN Ambon Lepas 35 Mahasiswa Sistem Informasi Magang di 10 Instansi Mitra, Dorong Transformasi Digital di Maluku
Pengabdian Kepada Masyarakat 22 September 2026 17 dilihat

IAKN Ambon Lepas 35 Mahasiswa Sistem Informasi Magang di 10 Instansi Mitra, Dorong Transformasi Digital di Maluku

IAKN Ambon Lepas 35 Mahasiswa Sistem Informasi Magang di 10 Instansi Mitra, Dorong Transformasi Digital di Maluku

AMBON, – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melepas 35 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, untuk mengikuti Magang Industri Tahun 2026 pada 10 instansi mitra di Provinsi Maluku dan Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IAKN Ambon menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong kontribusi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi informasi bagi organisasi dan masyarakat.

Kegiatan pelepasan berlangsung di Auditorium IAKN Ambon, Selasa (22/9/2026), dan dihadiri Rektor IAKN Ambon Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan IAKN Ambon, pimpinan atau perwakilan 10 instansi mitra, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, para ketua program studi, dosen, serta mahasiswa peserta magang.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Yoakhina Nicole Makaruku, S.Kom., M.Kom. Dalam laporannya, Yoakhina menyampaikan bahwa Magang Industri Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Digital dan Implementasi Sistem Informasi dalam Mendukung Kinerja Organisasi.”

Sebanyak 35 mahasiswa akan mengikuti magang selama kurang lebih dua bulan. Mereka berasal dari tiga peminatan Program Studi Sistem Informasi, yakni Application Development, Data Analyst, dan IT Governance.

Ketiga bidang tersebut menjadi bagian penting dari kompetensi sistem informasi, mulai dari kemampuan mengembangkan aplikasi, mengelola serta menganalisis data sebagai dasar pengambilan keputusan, hingga memahami tata kelola teknologi informasi yang efektif dan berkelanjutan.

Yoakhina mengatakan, kegiatan magang menjadi bagian penting dari proses pendidikan karena mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi teknis, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan profesional, komunikasi, kolaborasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

“Kepada mahasiswa peserta magang, saya berpesan agar menjaga nama baik almamater dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan magang industri sebagai ruang untuk belajar, beradaptasi, membangun jejaring, serta menunjukkan karakter profesional sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IAKN Ambon,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon, Dr. Flavius Andries, M.A., mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti penting karena 35 mahasiswa yang dilepas merupakan angkatan pertama Fakultas Sains dan Teknologi.

6cjZ3slZ2TuxR2eupoNtZnux71Kgl6qhDfmRwKew.jpgIa menjelaskan, Program Studi Sistem Informasi telah berdiri sejak 2023, sedangkan Fakultas Sains dan Teknologi mulai hadir pada 2024. Karena itu, mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut menjadi bagian dari perjalanan awal sekaligus menjadi buah sulung bagi fakultas dan program studi.

“Mahasiswa ini merupakan angkatan pertama dari Fakultas Sains dan Teknologi dan sekaligus menjadi buah sulung bagi fakultas ini, tetapi sekaligus juga bagi program studi ini,” kata Flavius.

Menurutnya, magang bukan hanya menjadi tempat mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Magang juga menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk etika, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta profesionalitas mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

“Magang bukan hanya tempat untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga merupakan ruang untuk belajar beretika, berdisiplin, bertanggung jawab menuju profesionalitas sebagai bekal menghadapi dunia kerja di masa depan,” ujarnya.

Flavius menilai, pembentukan karakter dan profesionalitas semakin penting di tengah perkembangan transformasi digital. Mahasiswa Sistem Informasi, kata dia, tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berkolaborasi, memahami kebutuhan organisasi, dan menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat.

“Mahasiswa Sistem Informasi tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berkolaborasi, memahami kebutuhan organisasi, serta menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi mitra yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada mahasiswa IAKN Ambon untuk belajar secara langsung di lingkungan kerja.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan magang dengan sebaik-baiknya, belajar secara sungguh-sungguh, menjaga etika dan disiplin, membangun komunikasi serta kolaborasi yang baik, dan menunjukkan profesionalitas.

Mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater dan integritas diri selama menjalani proses magang.

Flavius berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi langkah penting dalam membentuk lulusan Program Studi Sistem Informasi yang kompeten, berintegritas, profesional, serta mampu berkontribusi dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan solusi digital pada masa kini dan masa depan.

Setelah sambutan Dekan, Rektor IAKN Ambon Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., secara resmi melepas 35 mahasiswa peserta Magang Industri. Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan tanda secara simbolis kepada dua orang mahasiswa sebagai perwakilan seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Elka menyampaikan rasa syukur karena mahasiswa Program Studi Sistem Informasi yang telah menjalani sekitar tiga tahun pendidikan kini mendapatkan kesempatan untuk memasuki lingkungan kerja secara langsung.

Ia mengatakan, sebelum mengikuti magang, mahasiswa telah memperoleh pembekalan sebagai persiapan untuk menghadapi dunia kerja. Karena itu, pengalaman yang diperoleh selama berada di instansi mitra diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi dan karakter profesional mahasiswa.

Elka juga menyampaikan apresiasi kepada 10 instansi mitra yang telah membuka kesempatan bagi mahasiswa IAKN Ambon untuk melaksanakan magang.

c3GlGDkOl9yEVSxE1rFd7v3KMbRh5OSxqVqdZj1B.jpg

Kesepuluh instansi tersebut yakni Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, BMKG Stasiun Geofisika Ambon, BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Yos Soedarso Ambon, Balai Bahasa Provinsi Maluku, serta Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Maluku.

Menurut Elka, keterlibatan berbagai instansi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pemerintah dan organisasi dalam memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.

Ia berharap mahasiswa tidak menjadikan magang sekadar sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk memahami dunia kerja, membangun jejaring, beradaptasi dengan lingkungan profesional, serta mengenali berbagai persoalan nyata yang dihadapi organisasi.

Elka juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik keluarga, almamater, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Program Studi Sistem Informasi.

“Jaga nama lembaga IAKN Ambon, jaga nama Fakultas Sains dan Teknologi, jaga nama program studinya, tetapi juga jaga nama keluarga masing-masing,” pesan Elka.

Mahasiswa juga diminta tetap rendah hati, menghormati aturan dan kultur kerja di masing-masing instansi, serta terus membuka diri untuk belajar.

Menurut Elka, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman di tempat magang akan mempertemukan mahasiswa dengan berbagai persoalan dan kebutuhan nyata yang mungkin tidak sepenuhnya ditemukan dalam proses pembelajaran akademik.

Karena itu, pengalaman tersebut diharapkan dapat dibawa kembali ke kampus sebagai pengetahuan baru yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran maupun pengembangan keilmuan.

Program Magang Industri ini juga memiliki dimensi yang lebih luas karena mahasiswa ditempatkan pada instansi yang bergerak di berbagai bidang pelayanan publik dan pemerintahan.

Melalui kompetensi Application Development, Data Analyst, dan IT Governance, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung bagaimana teknologi informasi digunakan untuk mendukung pengelolaan organisasi, pelayanan masyarakat, pengolahan informasi, pengambilan keputusan berbasis data, serta peningkatan tata kelola.

Dalam konteks tersebut, IAKN Ambon tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengembangan sumber daya manusia di Maluku.

Kehadiran mahasiswa di instansi mitra menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang terjadinya pertukaran pengetahuan antara mahasiswa, dosen, dan instansi mitra.

Dampak kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan mahasiswa dalam bentuk pengalaman kerja, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi instansi dan masyarakat melalui kontribusi mahasiswa sesuai kompetensi yang dimiliki.

Terlebih, transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memahami persoalan organisasi dan masyarakat serta menghadirkan solusi yang relevan.

“Kiranya apa yang diperoleh di dunia kampus, di Program Studi Sistem Informasi, akan menjadi bekal bagi teman-teman untuk bersama-sama dengan instansi berkolaborasi secara solutif untuk mencari penyelesaian terhadap masalah-masalah yang ditemukan di lapangan,” ujar Elka.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fakultas Sains dan Teknologi juga meluncurkan Aplikasi SiMag FST dan Aplikasi e-Arsip FST. Kehadiran kedua aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan kegiatan sekaligus memperkuat layanan berbasis digital di lingkungan akademik.

Peluncuran aplikasi tersebut juga memperlihatkan bahwa Program Studi Sistem Informasi tidak hanya mengajarkan teori dan konsep teknologi, tetapi berupaya mendorong implementasi teknologi dalam mendukung kebutuhan nyata.

Bagi IAKN Ambon, pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi informasi diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan transformasi digital di Maluku, terutama melalui sumber daya manusia muda yang memiliki kemampuan teknis sekaligus memahami kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Kolaborasi dengan 10 instansi mitra juga diharapkan dapat terus berkembang. Hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga mitra bukan hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar, tetapi dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan, identifikasi persoalan, serta pengembangan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, pengalaman mahasiswa selama magang dapat menjadi masukan bagi pengembangan pembelajaran di kampus, sementara persoalan dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi sumber pembelajaran baru bagi sivitas akademika.

Di akhir sambutannya, Rektor IAKN Ambon berpesan agar mahasiswa tetap rendah hati dan menjadikan setiap pengalaman selama magang sebagai kesempatan untuk belajar.

“Selamat memasuki dunia kerja. Tetap rendah hati dan membuka diri untuk belajar, karena di sanalah kita akan menemukan sesuatu yang baru yang akan dibawa kembali ke dalam kampus,” ujar Elka.

Rektor kemudian secara resmi melepas 35 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi untuk melaksanakan Magang Industri pada 10 instansi mitra.

of6bmUUQBCiP50mYg8i2ea0sXC8RGKjqEEyz31jK.jpg

Pelepasan tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon karena mahasiswa yang diberangkatkan merupakan angkatan pertama fakultas. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki.

Setelah menyelesaikan program magang, pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali ke kampus dan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghasilkan gagasan serta solusi teknologi informasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Maluku.

Bagi IAKN Ambon, Magang Industri menjadi ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dunia kerja, dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, IAKN Ambon terus memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi bagi transformasi digital serta pembangunan masyarakat di Maluku.