[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / IAKN Ambon Implementasikan Astaprotas Kemenag Lewat Aksi Bersih Pantai, Perkuat Ekoteologi untuk Masyarakat Maluku
Umum 29 June 2026 35 dilihat

IAKN Ambon Implementasikan Astaprotas Kemenag Lewat Aksi Bersih Pantai, Perkuat Ekoteologi untuk Masyarakat Maluku

IAKN Ambon Implementasikan Astaprotas Kemenag Lewat Aksi Bersih Pantai, Perkuat Ekoteologi untuk Masyarakat Maluku

Ambon, 29 Juni 2026 – Komitmen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dalam mengimplementasikan Program Prioritas (Astaprotas) Kementerian Agama Republik Indonesia kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Dipimpin langsung Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., Civitas akademika IAKN Ambon turut ambil bagian dalam Apel Bersama dan Aksi Bersih memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan pesisir Pantai Lateri.

Kegiatan bertema "Act Now for Climate – Saatnya Bekerja untuk Iklim" yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., tersebut menjadi ruang kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat untuk mendorong gerakan kolektif menghadapi krisis iklim melalui aksi pelestarian lingkungan.

Bagi IAKN Ambon, kehadiran dalam gerakan bersih pantai tidak sekadar memenuhi agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Prioritas (Astaprotas) Kementerian Agama di bidang Ekoteologi, yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan sekaligus penguatan peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.

Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan di ruang kelas, tetapi juga melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

aO3DCBuT6dJ7BFeCRvDccKn2GDC4qB5D8YUdcjtu.jpg

"Partisipasi IAKN Ambon dalam aksi bersih pantai bersama Pemerintah Provinsi Maluku merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian lingkungan. Sebagai institusi pendidikan keagamaan, kami meyakini bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam adalah bagian dari tanggung jawab moral, spiritual, dan akademik," ujarnya.

Menurut Rektor, implementasi Ekoteologi tidak berhenti pada penguatan wacana akademik, tetapi harus diterjemahkan menjadi gerakan yang mampu membangun kesadaran masyarakat untuk merawat bumi sebagai bagian dari iman.

"Merawat bumi adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi budaya yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Rektor menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan membangun budaya peduli lingkungan di Maluku yang memiliki karakter wilayah kepulauan dengan kekayaan pesisir dan ekosistem laut yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Karena itu, IAKN Ambon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Maluku yang berhasil mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta aparat keamanan dalam satu gerakan bersama menjaga lingkungan.

5gUE0iBPlIx3iGjqRFZ2Rg2baSn8nle5FM16V75V.jpg

"Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Maluku yang telah menginisiasi aksi kolaboratif ini. Sinergi seluruh pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan pesisir dan melestarikan ekosistem laut yang menjadi kekayaan Maluku," ujarnya.

Partisipasi tersebut sekaligus mempertegas arah transformasi IAKN Ambon sebagai perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Nilai-nilai Ekoteologi diintegrasikan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan itu sejalan dengan Astaprotas Kementerian Agama yang mendorong institusi pendidikan keagamaan menjadi motor penggerak perubahan sosial, memperkuat moderasi beragama, serta membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Mengakhiri kegiatan, Rektor mengajak seluruh civitas akademika IAKN Ambon menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat budaya peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan kampus hingga ruang-ruang publik.

"Saya mengajak seluruh civitas akademika IAKN Ambon menjadi pelopor gerakan menjaga lingkungan, dimulai dari kampus hingga ruang-ruang publik. Semoga aksi sederhana yang kita lakukan hari ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak pihak untuk bersama-sama merawat ciptaan Tuhan demi keberlanjutan kehidupan generasi yang akan datang," tutupnya.