Ambon, 9 April 2026 – Institut Agama Kristen Negeri Ambon menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan lintas iman di lingkungan kampus. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga momentum reflektif dalam membangun nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA. dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini membawa hikmah bagi seluruh civitas akademika, khususnya bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa yang beragama Muslim di IAKN Ambon.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan hikmah bagi kita semua, terlebih khusus bagi saudara-saudara kita yang merayakan,” ujarnya.
Rektor juga menambahkan doa agar seluruh aktivitas yang dilakukan senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan menjadi perkenan bagi-Nya.
Rektor menegaskan bahwa komitmen IAKN Ambon tetap berlandaskan pada moto “Gloria Dei Vivens Homo”, yang berarti memuliakan Tuhan dengan memuliakan manusia, dimulai dari lingkungan kampus itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, tausiah Halal Bihalal disampaikan oleh Abdul Manaf Tubaka, Wakil Direktur Pascasarjana UIN AM Sangadji Ambon. Ia mengangkat makna Halal Bihalal sebagai tradisi yang tidak hanya dimiliki oleh umat Islam, tetapi juga memiliki nilai universal bagi seluruh umat beragama.
Menurutnya, Halal Bihalal pertama kali diinisiasi oleh Abdul Wahab Hasbullah dalam konteks merajut kembali persatuan bangsa di tengah situasi sosial yang kurang harmonis pada masanya.
“Halal bihalal bertujuan untuk membangun kembali keakraban, saling memaafkan, dan mempererat hubungan antar sesama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa esensi Halal Bihalal adalah memperkuat persaudaraan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 40, yang mengajarkan tentang pentingnya memaafkan dan berbuat baik kepada sesama.
“Siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya dari Allah. Ini menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ungkapnya dalam tausiyah.
Melalui kegiatan ini, IAKN Ambon menegaskan komitmennya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai toleransi, inklusivitas, dan persaudaraan lintas iman, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.