AMBON — Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) IAKN Ambon, akan menjalani kerja praktik magang selama tiga bulan di 10 instansi pemerintah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus mengenal secara langsung dinamika dunia kerja.
Pembekalan kerja praktik magang tersebut digelar di Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon, Kamis (17/9/2026), dengan mengusung tema “Transformasi Digital dan Implementasi Sistem Informasi dalam Mendukung Kinerja Organisasi.”
Kegiatan diawali laporan Ketua Panitia, Elias A. Soplantila, S.Pd.K. Para mahasiswa akan ditempatkan dalam beberapa kelompok dan melaksanakan magang hingga Desember 2026.
Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi, Yoakhina Nicole Makaruku, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa magang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa sekaligus membuka ruang bagi mereka membangun jejaring profesional.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon, Flavius Andries, M.A., secara resmi membuka kegiatan pembekalan tersebut. Dalam arahannya, ia mengingatkan mahasiswa bahwa magang bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bagian penting dari proses membentuk kesiapan mereka memasuki dunia profesional.

Menurut Dekan, selama tiga tahun menempuh pendidikan, mahasiswa telah mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan di kampus. Namun, pengalaman tersebut perlu diuji dan dikembangkan melalui interaksi langsung dengan lingkungan kerja.
“Kalian tidak hanya membawa nama diri sendiri. Ketika berada di lapangan, kalian membawa nama program studi, fakultas, dan IAKN Ambon,” pesan Dekan kepada mahasiswa.
Ia menegaskan, mahasiswa Sistem Informasi memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi tempat mereka melaksanakan magang.
Tema transformasi digital, kata dia, menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Pengetahuan teoritis seperti pemrograman, analisis sistem, hingga IT governance perlu diterjemahkan menjadi solusi yang dapat mendukung kebutuhan organisasi.
Namun, kemampuan teknis saja tidak cukup.
Dekan menekankan bahwa magang juga menjadi sarana membangun mentalitas, kedisiplinan, etika, moral, kemampuan berkomunikasi, dan profesionalisme mahasiswa.
“Yang paling penting dari magang ini adalah pembentukan mentalitas dan kedisiplinan. Semua itu akan membentuk profesionalisme kalian sebagai mahasiswa Sistem Informasi,” ujarnya.
Mahasiswa juga akan berhadapan bukan hanya dengan dosen pendamping, tetapi dengan para pendamping dari instansi mitra. Karena itu, mereka dituntut mampu menyesuaikan diri dengan budaya dan etika kerja di masing-masing tempat magang.

Melalui program ini, FST IAKN Ambon berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengalaman, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas lulusan yang kompeten, beretika, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di tengah transformasi digital.
Kegiatan pembekalan turut dihadiri para pimpinan dan dosen di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon.
Magang menjadi jembatan antara ruang kelas dan dunia kerja—tempat mahasiswa membuktikan bahwa ilmu, karakter, dan profesionalisme harus berjalan bersam