[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / HUT ke-81 RI, Rektor IAKN Ambon: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Ilmu, Integritas dan Pengabdian
Umum 17 August 2026 6 dilihat

HUT ke-81 RI, Rektor IAKN Ambon: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Ilmu, Integritas dan Pengabdian

HUT ke-81 RI, Rektor IAKN Ambon: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Ilmu, Integritas dan Pengabdian

Ambon, 17 Agustus 2026 — Civitas Akademika Institut Agama Kristen Negeri Ambon menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara yang berlangsung di Lapangan Rektorat IAKN Ambon itu diikuti unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., bertindak sebagai pembina upacara.

B8tQF6JdvchCuGBqWOezq5A1yzfDEePBF4v9lLl0.jpg

Dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut, Rektor membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Sambutan itu menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu bangsa.

“Hari ini kita peringati 81 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan bukan hadiah,” demikian petikan sambutan Menteri Agama yang dibacakan Rektor.

lYD8ym0z3H8BFfXUqH4Zn4IQirOrDcd4xmRCxa4Q.jpg

Semangat perjuangan tersebut, menurut Menteri Agama, kini harus diterjemahkan dalam konteks pembangunan bangsa. Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab mengisinya melalui ilmu pengetahuan, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.

Dalam sambutannya, Menteri Agama juga menempatkan keberagaman dan kerukunan sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia. Indeks Kerukunan Umat Beragama tercatat meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Sementara Indeks Kesalehan Umat Beragama pada 2025 mencapai 84,61.

w0oKzEit0dderTYrJZl0bVlqGtqL92nSWBgT42Qr.jpg

Perbedaan, karena itu, tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Agama justru harus menjadi kekuatan yang mempertemukan, memberikan kedamaian, serta menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh,” demikian pesan Menteri Agama.

Pesan tersebut juga menegaskan pentingnya lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun karakter generasi Indonesia. Kementerian Agama terus mendorong pendidikan yang bukan hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan sikap toleran melalui Kurikulum Berbasis Cinta. Program Ekoteologi juga diarahkan untuk mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan.

sfgcueaopull03KyuH8w4pBz1T4OvJS5JwULLaCm.jpg

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) turut menjadi perhatian dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Kemajuan teknologi dinilai telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja, tetapi tidak boleh menghilangkan nilai kemanusiaan.

“AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” demikian sambutan yang dibacakan Rektor IAKN Ambon.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan era post-truth, literasi digital dan literasi keagamaan dinilai semakin penting. Teknologi harus digunakan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menjadi sarana penyebaran kebencian, kebohongan, maupun informasi yang menyesatkan.

Pada bagian akhir sambutan, Menteri Agama mengingatkan bahwa makna perjuangan kemerdekaan telah mengalami perubahan bentuk. Jika para pahlawan dahulu mengangkat senjata dan mempertaruhkan nyawa, generasi Indonesia saat ini dituntut mengembangkan ilmu pengetahuan dan mempertaruhkan integritas dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Semangat tersebut menjadi relevan bagi perguruan tinggi, termasuk IAKN Ambon, yang memiliki tanggung jawab membentuk sumber daya manusia berpengetahuan, berintegritas, mampu menguasai teknologi, sekaligus tetap menjunjung nilai kemanusiaan.

Menteri Agama mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani dengan tulus, merawat kerukunan, serta menguasai teknologi tanpa kehilangan etika. Bangsa yang besar, menurut dia, tidak hanya dibangun melalui kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga doa, keluhuran akhlak, dan persatuan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di IAKN Ambon menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian civitas akademika sekaligus meneguhkan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa.

“Mari kita wariskan kepada generasi penerus, Indonesia yang lebih maju, lebih rukun, dan lebih bermartabat untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur. Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Penulis : Thobias Rahalus