Taniwel, 16 September 2026 — Tim Relawan IAKN Ambon Peduli Patahuwe bergerak cepat memberikan pendampingan psikospiritual kepada anak-anak yang terdampak konflik di Patahuwe, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Pendampingan berlangsung pada lokasi pengungsian di Taniwel sebagai bagian dari respons Kementerian Agama melalui IAKN Ambon terhadap masyarakat yang terdampak konflik. Tim relawan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang dirancang untuk membantu anak-anak mendapatkan kembali rasa aman dan kenyamanan di tengah situasi pascakonflik.

Penanganan trauma pada anak menjadi salah satu kebutuhan mendesak dalam situasi pascakonflik. Anak-anak yang berada di lokasi pengungsian menghadapi perubahan lingkungan, kehilangan rasa aman, serta pengalaman yang dapat memengaruhi kondisi emosional dan psikologis mereka.
Karena itu, pendampingan dilakukan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan anak secara aktif. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menciptakan suasana yang aman, menyenangkan, dan interaktif sehingga anak-anak dapat mengekspresikan diri serta membangun kembali kepercayaan dan rasa kebersamaan.

Kepada Humas IAKN Ambon, Dr. Jery Van Harling, M.Sn,. selaku Ketua Tim Relawan menyampaikan bahwa, Selain pendekatan psikologis, tim relawan juga memberikan pendampingan spiritual. Pendekatan psikospiritual ini menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak menghadapi pengalaman sulit, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk memperoleh penguatan, pengharapan, dan dukungan melalui nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

“Pendampingan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana kita hadir bersama anak-anak, mendengarkan mereka, bermain bersama, dan menciptakan ruang yang membuat mereka merasa aman,” ujar Dr. Jery.

Kegiatan tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan di IAKN Ambon. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata mengenai pengabdian kepada masyarakat dan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons persoalan kemanusiaan.
Bagi IAKN Ambon, pemulihan pascakonflik tidak dapat berhenti pada pemenuhan kebutuhan material. Pemulihan kondisi sosial dan emosional masyarakat, terutama anak-anak, menjadi bagian penting dari proses membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak. Pendampingan psikospiritual akan terus diarahkan pada kebutuhan anak-anak di tempat pengungsian dengan mengedepankan pendekatan yang ramah anak, humanis, dan sesuai dengan kondisi mereka.

Melalui gerakan kemanusiaan tersebut, IAKN Ambon menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi krisis dan membutuhkan dukungan.
Penulis : Thobias Rahalus