[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Dirjen Bimas Kristen dan Bappenas Paparkan Arah Kebijakan Strategis dalam Raker IAKN Ambon 2026
Umum 09 April 2026 78 dilihat

Dirjen Bimas Kristen dan Bappenas Paparkan Arah Kebijakan Strategis dalam Raker IAKN Ambon 2026

Dirjen Bimas Kristen dan Bappenas Paparkan Arah Kebijakan Strategis dalam Raker IAKN Ambon 2026

Ambon, 9 April 2026 – Rapat Kerja Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2026 diawali dengan pemaparan materi strategis dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI, sebagai landasan penyusunan program kerja kampus ke depan.

ySbIwaID4kVJF2TUK83qaWcMNfMM1ZGrEGmdCjPx.jpg

Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z.Rumahuru, MA. berharap agar hasil Rapat Kerja tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar mampu melahirkan kebijakan dan program kerja yang selaras dengan arah kebijakan nasional, baik dari Kementerian Agama maupun Bappenas. Artinya, seluruh perencanaan kampus harus terintegrasi dengan RPJMN 2025–2029 serta Renstra Kementerian Agama.

Selain itu, Rektor menginginkan agar IAKN Ambon mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Kristen yang unggul, inklusif, dan berdaya saing, sebagaimana ditekankan dalam materi Ditjen Bimas Kristen. Ini mencakup penguatan mutu akademik, pengembangan SDM, serta peningkatan riset dan inovasi.

WK17RKwrhMfH84SHx34GGYztnKnMz3plDWuz56LF.jpg

Rektor juga berharap adanya sinergi yang kuat antara kebijakan internal kampus dengan arah pembangunan nasional, sehingga lulusan IAKN Ambon tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Hal ini sejalan dengan Materi pengantar pertama disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen yang diwakili oleh Suwarsono. Dalam paparannya, ia mengulas Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi dan Strategi Ditjen Bimas Kristen, yang menitikberatkan pada penguatan kebijakan strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi keagamaan Kristen yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

ROCvlh92nAR3zEprCEKtvFb9oSc5q8EDSj5TZNh0.jpg

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai moderasi beragama, inklusivitas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Transformasi pendidikan tinggi keagamaan Kristen harus mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek Kementerian PPN/Bappenas, Endang Sulastri, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh salah satu staf Bappenas, Sulaiman.

3Jn4P9kzKnDGq1LGHkHMnTwEZxNnvPKk4rDumOfa.jpg

Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan di Bidang Pendidikan Tinggi Tahun 2026. Fokus utama yang disampaikan mencakup penguatan kualitas pendidikan tinggi, peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional, serta akselerasi inovasi dan riset berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Bappenas juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pembangunan pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Materi pengantar dari kedua narasumber ini menjadi pijakan penting bagi peserta Raker IAKN Ambon dalam merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan nasional, sekaligus responsif terhadap tantangan global.