Ambon — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menutup rangkaian Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK), Sabtu (18/7/2026), di Auditorium IAKN Ambon. Penutupan menjadi penanda berakhirnya proses asesmen selama dua hari yang tidak hanya berfokus pada verifikasi dokumen, tetapi juga menguatkan komitmen institusi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.
Pada hari kedua asesmen, tim asesor melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan praktik pembelajaran di Laboratorium Microteaching FIPK, memverifikasi berbagai dokumen pendukung, serta berdialog dengan unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan para pemangku kepentingan. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses penilaian komprehensif terhadap penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Dalam sambutannya pada acara penutupan, Asesor I Prof. Sultan BAA, S.S., M.Ed., Ph.D. bersama Asesor II Dr. Hendra Tedjasuksmana, M.Hum. menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar IAKN Ambon sejak kedatangan mereka di Bandara Pattimura hingga seluruh tahapan asesmen lapangan selesai dilaksanakan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik selama berada di IAKN Ambon. Jika selama proses asesmen terdapat penyampaian maupun tutur kata yang kurang berkenan, kami juga memohon maaf. Semua masukan yang kami sampaikan semata-mata bertujuan untuk pengembangan mutu program studi," ujar tim asesor.
Dalam pemaparan hasil observasi, tim asesor menyampaikan sejumlah kekuatan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada Kriteria 1 tentang Visi Keilmuan, asesor menilai visi program studi telah dirumuskan secara jelas, inovatif, kontekstual, berbasis kearifan lokal, berlandaskan nilai-nilai Kristiani, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Visi tersebut dinilai selaras dengan visi institusi dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), serta telah diimplementasikan dalam kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Meski demikian, asesor juga mencatat beberapa aspek yang masih memerlukan penguatan. Tingkat partisipasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam survei pemahaman visi dinilai belum optimal. Selain itu, hasil survei yang telah diperoleh belum sepenuhnya ditindaklanjuti dalam bentuk evaluasi sistematis maupun program perbaikan yang terukur.
Sebagai tindak lanjut, asesor merekomendasikan peningkatan partisipasi seluruh sivitas akademika dalam survei pemahaman visi, membangun mekanisme yang mendorong mahasiswa mengisi survei secara konsisten, melakukan monitoring terhadap dosen maupun tenaga kependidikan yang belum berpartisipasi, serta memastikan setiap hasil evaluasi menghasilkan program peningkatan mutu yang nyata.
Sementara itu, pada Kriteria 2 mengenai Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama, asesor memberikan apresiasi terhadap sistem tata kelola yang telah mengacu pada regulasi Kementerian Agama dan menerapkan prinsip Good University Governance yang mencakup transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan keadilan. Sistem pengendalian, monitoring, evaluasi, serta pelaporan juga dinilai berjalan dengan baik.
Namun demikian, peluang pengembangan masih terbuka, khususnya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Tim asesor mendorong Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk meningkatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri melalui penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah bersama (joint publication), pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum bertaraf internasional. Jejaring alumni dan narasumber internasional yang selama ini telah terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas kemitraan global.
Salah satu penekanan penting yang disampaikan tim asesor adalah bahwa rekomendasi yang diberikan tidak semata-mata berkaitan dengan kelengkapan administrasi atau dokumen akreditasi. Yang lebih utama adalah bagaimana setiap hasil survei, monitoring, maupun evaluasi benar-benar ditindaklanjuti menjadi program perbaikan yang terukur sebagai implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan budaya continuous quality improvement.
"Dokumen yang baik tentu penting, tetapi yang lebih penting adalah tindak lanjutnya. Setiap evaluasi harus melahirkan aksi nyata untuk meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan," tegas tim asesor.
Menutup rangkaian kegiatan, Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh tim asesor atas berbagai masukan yang konstruktif bagi pengembangan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris maupun institusi secara keseluruhan.

Menurut Rektor, proses asesmen lapangan merupakan ruang belajar yang sangat berharga bagi seluruh sivitas akademika. Berbagai catatan dan rekomendasi yang diberikan asesor akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik di masa mendatang.
"Kami bersyukur karena melalui setiap proses asesmen kami selalu memperoleh perspektif baru. Banyak hal yang dapat kami pelajari dari pengalaman dan masukan para asesor. Rekomendasi yang diberikan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan akreditasi, tetapi menjadi arah bagi pengembangan program studi dan institusi ke depan," ujar Rektor.
Ia juga menekankan bahwa budaya evaluasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Setiap hasil monitoring dan evaluasi harus diikuti dengan langkah perbaikan yang terencana sehingga mampu memperkuat kualitas layanan akademik secara berkelanjutan.
Rektor turut menyampaikan penghargaan kepada Kepala Biro AUAK, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, para pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama mempersiapkan asesmen lapangan sejak tahap awal hingga penutupan kegiatan.
"Kita mungkin belum dapat berharap pada capaian nilai yang sangat tinggi mengingat program studi ini belum memiliki lulusan. Namun yang paling penting adalah setiap proses visitasi memberi pelajaran baru bagi kita. Yang kita temukan hari ini menjadi pengingat bahwa aspek evaluasi dan tindak lanjut harus semakin diperkuat. Tujuan akhirnya bukan sekadar memperoleh peringkat akreditasi, melainkan membangun program studi dan institusi yang semakin berkualitas serta mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat," katanya.

Acara penutupan diakhiri dengan penandatanganan berita acara asesmen lapangan, penyerahan dokumen rekomendasi, sesi foto bersama, serta saling berjabat tangan sebagai ungkapan terima kasih dan penghormatan antara tim asesor dan keluarga besar IAKN Ambon. Suasana hangat yang terbangun selama dua hari pelaksanaan asesmen mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan budaya mutu yang terus bertumbuh di lingkungan IAKN Ambon.