Ambon 7 September 2026 — Sebanyak 30 aparatur sipil negara (ASN) dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Balai Diklat Keagamaan Ambon, dan Balai Karantina Maluku mengikuti pemetaan potensi dan kompetensi melalui program Pro ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemetaan profil ASN Kementerian Agama untuk memperoleh gambaran objektif mengenai potensi, kompetensi, karakter, serta arah pengembangan karier aparatur.
Kepala UPT BKN Ambon, Zulbahri, mengatakan Pro ASN memiliki posisi penting dalam penerapan sistem merit sekaligus mempercepat pembangunan manajemen talenta ASN.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Peraturan BKN Nomor 115 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Manajemen Talenta ASN.
“Pro ASN merupakan program digital BKN untuk memetakan potensi, kompetensi dan karier ASN secara objektif dan terukur,” ujar Zulbahri.
Zulbahri menjelaskan, pemetaan dilakukan melalui metode profiling yang dirancang untuk menghasilkan gambaran mengenai kapasitas dan potensi setiap ASN. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier dan manajemen talenta.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti Computer Assisted Test (CAT). Sejumlah aspek menjadi bagian dari pengukuran, yakni potensi kognitif, kompetensi manajerial dan sosial kultural, serta karier dan karakter.
Potensi kognitif digunakan untuk melihat kemampuan berpikir dan memecahkan persoalan. Adapun kompetensi manajerial dan sosial kultural mencakup sejumlah aspek perilaku kerja, seperti kepemimpinan, adaptabilitas, integritas, dan kemampuan bekerja sama.
Sementara aspek karier dan karakter digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai minat, karakter, serta arah pengembangan diri ASN.
Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAKN Ambon, Rowles Hasugian, M.Si., meminta seluruh peserta mengikuti proses pemetaan dengan sungguh-sungguh dan menjawab setiap instrumen sesuai kemampuan masing-masing.

“Kerjakan semampu kita. Harapannya, kita dapat bekerja dengan tenang,” kata Rowles.
Pemetaan melalui Pro ASN diharapkan tidak berhenti sebagai proses pengukuran kompetensi. Hasilnya juga diharapkan dapat menjadi pijakan bagi instansi dalam menata pengembangan karier ASN secara lebih objektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan penerapan sistem merit dan manajemen talenta ASN, sehingga penempatan dan pengembangan aparatur dapat semakin berbasis pada potensi, kompetensi, serta kinerja.